Minggu, 3 Mei 2026

Kota Malang

Pemkot Malang Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis di 16 Puskesmas, Target 2.500 Peserta

Hari ini, Pemkot Malang serentak menggelar pemeriksaan kanker serviks secara cuma-cuma di 16 Puskesmas se-Kota Malang.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Benni Indo | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
PANTAU FASILITAS PUSKESMAS - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berdialog dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif di ruang pelayanan pemeriksaan kanker serviks, Puskesmas Kendal Kerep, Senin (20/4/2026). 16 Puskesmas di Kota Malang secara serentak menyelenggarakan pemeriksaan kanker serviks secara gratis kepada masyarakat. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkot Malang menggelar agenda rutin tahunan berupa skrining kanker serviks gratis serentak di 16 puskesmas di seluruh wilayah Kota Malang pada Senin (20/4/2026). 
  • Program ini menargetkan 2.500 ibu-ibu sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini.
  • Wali Kota Wahyu Hidayat menjelaskan pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan sistem klasifikasi.
  • Jika ditemukan indikasi awal (grade 1), penanganan cukup dilakukan di puskesmas, sementara kasus yang lebih agresif akan dirujuk ke rumah sakit.

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang menggelar program skrining kesehatan bagi perempuan secara serentak di 16 puskesmas sebagai upaya deteksi dini penyakit kanker serviks.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan di Puskesmas Kendal Kerep, Jalan Sulfat, Kota Malang, Senin (20/4/2026). 

Wahyu menyebut, program ini merupakan agenda rutin tahunan yang sejalan dengan program nasional di bidang kesehatan.

“Hari ini kita melaksanakan pemeriksaan secara serentak di 16 puskesmas sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit, khususnya bagi ibu-ibu,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Malam Ini, Warga Songgoriti Gelar Doa Bersama di Jalur Rem Blong Klemuk Kota Batu, Usir Hal Negatif

Program tersebut menargetkan sekitar 2.500 peserta dari berbagai wilayah di Kota Malang dan dilaksanakan secara gratis bagi masyarakat.

“Targetnya sekitar 2.500 peserta dan ini gratis,” katanya.

Sistem Rujukan Berdasarkan Tingkat Keparahan

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan sistem klasifikasi atau tingkat keparahan (grade).

Jika ditemukan indikasi penyakit pada tahap awal, penanganan dapat dilakukan di puskesmas.

“Kalau masih grade satu, bisa ditangani di puskesmas. Kalau sudah grade dua atau tiga, akan dirujuk ke rumah sakit,” jelas Wahyu.

Grade 1 disebut well-differentiated, di mana pada tahap ini, karakteristik sel kanker terlihat sangat mirip dengan sel leher rahim yang normal.

Baca juga: PECAH! 30 Ribu Slankers Serbu Lapangan Rampal Malang, Kaka Sapa Arek Ngalam Pakai Bahasa Walikan

Sifat well-differentiated cenderung tumbuh dengan lambat, biasanya memiliki peluang kesembuhan yang lebih baik karena selnya belum berubah terlalu jauh dari aslinya.

Pada grade 2 disebut moderately differentiated dengan karakteristik, sel-sel mulai terlihat berbeda dari sel normal dan tampak lebih tidak beraturan.

Kecepatan tumbuh moderately differentiated berada di tingkat menengah, lebih cepat dari grade 1 namun tidak secepat grade 3.

Pada grade 3 disebut poorly differentiated atau undifferentiated dengan karakteristik, sel kanker terlihat sangat abnormal dan sangat berbeda dari sel sehat.

Sifat poorly differentiated sangat agresif dan cenderung tumbuh serta menyebar dengan sangat cepat.

Antusiasme Warga dan Pentingnya Hidup Sehat

Wahyu menambahkan, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dari puskesmas serta dukungan dari instansi terkait.

Dengan program skrining, Wahyu berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit, khususnya kanker, yang kerap menyerang perempuan.

“Ini penting agar bisa diketahui lebih awal dan ditangani dengan cepat,” ujarnya.

Sulistyowati, seorang warga yang datang ke Puskesmas Kendal Kerep hendak memeriksakan diri, mengaku mendapatkan informasi adanya pemeriksaan kanker serviks gratis dari lingkungan RT.

Baca juga: Prediksi Pertamax Bakal Diburu Usai Pertamax Turbo Tembus Rp19.400, Anggaran Dinas Diperketat

“Saya ingin mengetahui kondisi saya, jadi datang ke sini untuk periksa. Saya awalnya dapat info dari ibu-ibu RT,” paparnya.

Menurut Sulis, pemeriksaan itu sangat penting bagi kesehatannya, meskipun sejauh ini ia tidak merasa ada hal yang aneh pada rahimnya.

“Apalagi ini gratis, jadi ya harus periksa. Saya juga ajak teman-teman tetangga yang lain,” terangnya.

Sulis mengaku menerapkan hidup sehat untuk menghindari potensi mengidap penyakit. Salah satu yang ia lakukan adalah olahraga rutin dan memastikan kebersihan rumah.

“Kalau untuk mencegah kanker serviks, saya selalu rutin olahraga dan membersihkan saluran pembuangan,” paparnya.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved