Selasa, 21 April 2026

Kota Malang

Dari Ojek Online, Lamini Bangkitkan Semangat Perempuan Mandiri di Malang

Di tengah kepadatan lalu lintas di Kota Malang, ada sosok Lamini yang bekerja sebagai driver ojek online (Ojol).

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
PEREMPUAN BERDAYA - Lamini, sosok perempuan yang menerima penghargaan dari Pemkot Malang. Lamini bergabung dengan komunitas Gas Pol, mendorong perempuan tak hanya berdaya melalui ojek online, tetapi juga membuka peluang usaha lainnya. 

Ringkasan Berita:
  • Lamini bekerja sebagai driver ojek online (Ojol) di tengah kepadatan lalu lintas di Kota Malang
  • Ia menjadi simbol ketangguhan perempuan. Di usianya yang kini menginjak 56 tahun, ia masih setia menarik ojek online demi menghidupi keluarga
  • Sejak 2019, Lamini menjalani profesi sebagai pengemudi ojek online setelah berpisah dengan suaminya

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Di tengah kepadatan lalu lintas di Kota Malang, ada sosok Lamini yang bekerja sebagai driver ojek online (Ojol).

Ia menjadi simbol ketangguhan perempuan. Di usianya yang kini menginjak 56 tahun, ia masih setia menarik ojek online demi menghidupi keluarga.

Sejak 2019, Lamini menjalani profesi sebagai pengemudi ojek online setelah berpisah dengan suaminya.

Dari pekerjaan itu, ia mampu memperoleh penghasilan sekitar Rp100 ribu per hari untuk membiayai dua anaknya, salah satunya masih duduk di bangku kelas 2 SMK.

“Awalnya saya ibu rumah tangga, tapi setelah pisah, saya harus kerja untuk membiayai hidup,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (21/4/2026).

Namun, perjuangan Lamini tidak berhenti pada dirinya sendiri. Ia kini menjadi bagian dari komunitas perempuan Gas Pol, yang beranggotakan para ibu, mayoritas para janda yang juga bekerja sebagai pengemudi ojek online di wilayah Malang Raya.

“Anggota kami sekitar 110 orang, kebanyakan perempuan yang bekerja untuk menghidupi keluarga,” katanya.

Baca juga: Pemkot Malang Dorong Peran Perempuan Semakin Maju di Peringatan Hari Kartini 2026

Melalui komunitas tersebut, Lamini bersama anggota lainnya tidak hanya bertahan di jalanan, tetapi juga mulai merintis usaha mandiri. Merintis usaha dipilih agar mereka tidak menghabiskan waktu di jalanan nantinya.

Bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Malang, mereka mendapatkan pelatihan keterampilan seperti membuat kue dan kerajinan tangan sebagai bekal untuk membuka usaha.

“Kami diajari membuat usaha supaya tidak selamanya jadi ojek online,” jelasnya.

Program ini juga menyasar anggota yang berusia lanjut, bahkan hingga 60 tahun, agar mereka tetap memiliki sumber penghasilan tanpa harus terus bekerja di jalan.

“Yang sudah tua kami dorong untuk buka usaha, supaya tidak harus terus di jalanan,” ujarnya.

Beberapa anggota bahkan telah mulai menjalankan usaha kecil, didukung bantuan seperti etalase untuk memajang produk yang dijual.

Lamini melihat semangat kerja para perempuan di komunitasnya begitu tinggi. Meski usia tidak lagi muda, mereka tetap ingin produktif dan mandiri.

“Ibu-ibu itu kalau tidak kerja malah tidak mau. Mereka ingin tetap aktif,” katanya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved