Kamis, 30 April 2026

Kota Malang

Organda dan Dishub Kota Malang Sepakat Segera Realisasikan Feeder

Dalam upaya mempercepat operasional feeder dan angkutan belajar, baik Organda Kota Malang dan Dishub Kota Malang sama-sama berbenah

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
REALISASI FEEDER - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang berdialog dengan para sopir angkutan kota di Terminal Arjosari beberapa waktu lalu. Pemkot Malang dan Organda Kota Malang sepakat untuk menyegerakan operasional feeder di Kota Malang. 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Perhubungan Kota Malang telah bertemu dengan Organda Kota Malang untuk membahas kelanjutan operasional feeder dan angkutan pelajar
  • Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat agar operasional feeder dan angkutan pelajar segera direalisasikan
  • Dalam upaya mempercepat operasional feeder dan angkutan belajar, baik Organda Kota Malang dan Dishub Kota Malang sama-sama berbenah

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Pemkot Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang telah bertemu dengan Organda Kota Malang untuk membahas kelanjutan operasional feeder dan angkutan pelajar.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat agar operasional feeder dan angkutan pelajar segera direalisasikan.

Dalam upaya mempercepat operasional feeder dan angkutan pelajar, baik Organda Kota Malang dan Dishub Kota Malang sama-sama berbenah.

Pihak Organda mempersiapkan angkutan yang akan menjadi moda, sedangkan Dishub Kota Malang akan mempersiapkan regulasi dan pembuatan jalur.

Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono mengatakan, skema feeder berbeda dengan angkutan pelajar. Feeder bertugas menghubungkan penumpang dengan halte Trans Jatim.

Bahkan dalam skema yang dirancang, feeder bisa masuk ke jalan-jalan perumahan.

“Kalau feeder terintegrasi dengan Bus Trans Jatim. Ada penyesuaian jamnya."

"Feeder bisa keliling ke dalam perumahan, jalan-jalan yang selama ini tidak dilewati,” jelasnya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (29/4/2026).

Menurut dia, feeder nantinya bisa masuk ke kawasan permukiman dan menjemput penumpang menuju halte Trans Jatim.

Sistem itu dinilai lebih efektif karena masyarakat tidak perlu bergantung pada kendaraan pribadi.

“Feeder bisa standby dan penumpang bisa menunggu. Feeder itu mengumpulkan penumpang lalu dibawa ke halte bus Trans Jatim,” ujarnya.

Baca juga: Kebakaran Gudang Rokok di Malang Ternyata Ulah Karyawan, Polisi Ungkap Fakta Penggelapan Rp 7 Miliar

Organda juga meminta Pemkot Malang menyiapkan skema pembiayaan layanan feeder, sebagaimana Bus Trans Jatim yang saat ini dibiayai Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Dengan feeder yang layanannya dibeli Pemkot Malang, mereka tidak perlu menunggu penumpang di jalan. Sopir tinggal melayani penumpang dan semua di bawah pengawasan,” ujarnya.

“Anggaran feeder ini harus disiapkan, karena ini bagian dari komitmen awal,” imbuh Purwono.

Purwono menilai dukungan anggaran dari Pemprov Jatim untuk Trans Jatim seharusnya menjadi momentum besar bagi Kota Malang untuk membangun sistem transportasi publik terintegrasi.

Meskipun nantinya secara mandiri Pemkot Malang menggunakan APBD untuk mendukung operasional feeder.

“Sekarang Pemprov bisa mengucurkan anggaran, seharusnya bisa diambil. Ini momen,” pungkasnya.

Organda Kota Malang terus mendorong Pemerintah Kota Malang segera merealisasikan feeder yang terintegrasi dengan Bus Trans Jatim serta program angkutan pelajar.

Dalam hal angkutan pelajar, menurut Purwono, saat ini Pemkot Malang tidak perlu terburu-buru membeli armada baru untuk program angkutan pelajar. Sebab, armada angkutan kota yang sudah ada bisa diberdayakan.

“Waktu kami komunikasi dengan wali kota, angkutan kota bisa diberdayakan,” katanya.

Ia menjelaskan, konsep angkutan pelajar difokuskan untuk layanan antar-jemput siswa dari rumah ke sekolah dan sebaliknya. Sedangkan feeder untuk mengintegrasikan dengan Trans Jatim.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memastikan pembahasan terkait pengoperasian angkutan feeder untuk mendukung layanan Bus Trans Jatim telah mencapai kesepakatan bersama dengan para pemangku kepentingan.

Baca juga: Dur Diperiksa Polres Malang Soal Perusakan Portal Bendungan Lahor, Penggratisan Akses Disuarakan

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan saat ini tinggal menunggu hasil finalisasi dari bagian hukum.

“Sudah ketemu dengan Organda dan sudah sepakat. Ini kan masih belum turun hasil regulasinya dari bagian hukum. Sudah sepakat dengan teman-teman termasuk pembiayaan,” ujar Widjaja, Rabu (29/4/2026).

Menurut Widjaja, pengembangan feeder menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperbaiki sistem transportasi publik di Kota Malang, sekaligus mendukung operasional Trans Jatim.

“Komitmen bersama tentang angkutan publik di Kota Malang akan terus ada perbaikan, dalam rangka mendukung Trans Jatim,” katanya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga selaras dengan upaya pemerintah mendorong penghematan bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

“Diupayakan agar masyarakat menggunakan transportasi publik, seiring dengan adanya pembatasan penggunaan BBM dan penghematan BBM,” ujarnya.

Widjaja menjelaskan, angkutan kota yang sudah beroperasi saat ini secara eksisting sebenarnya telah berfungsi sebagai feeder, karena sebagian trayek berhimpitan dengan jalur Trans Jatim.

“Angkutan sekarang secara eksisting sudah menjadi feeder. Contohnya angkutan kota berhimpitan dengan Trans Jatim,” jelasnya.

Ke depan, sistem feeder akan diperluas dengan membuka rute-rute baru, termasuk menjangkau kawasan permukiman yang belum dilalui angkutan umum.

“Feeder bisa masuk ke perumahan. Kami buat rute-rute baru dengan menggunakan eksisting yang ada dulu,” katanya.

Terkait pembiayaan, Widjaja belum merinci skema yang akan digunakan. Namun ia memastikan Pemerintah Kota Malang telah menyiapkan anggaran pada tahun 2027 untuk mendukung peningkatan transportasi publik.

“Pemerintah daerah juga sudah menganggarkan pada 2027 dalam rangka menunjang Trans Jatim. Bentuknya apa, sangat mungkin itu feeder,” ujarnya.

Meski demikian, Dishub berharap implementasi feeder sudah bisa dimulai lebih cepat tanpa menunggu tahun depan.

“Semoga tahun ini bisa dilaksanakan. Sebenarnya kami sudah membuat, tinggal kesepakatan dan penyempurnaan dengan teman-teman,” pungkas Widjaja.

Jika terealisasi, kehadiran feeder diharapkan menjadi solusi konektivitas warga Kota Malang menuju halte Trans Jatim sekaligus meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.

Baca juga: Cegah Aksi Mengakhiri Hidup di Jembatan Cangar, Mikutopia Tawarkan Pasang Pagar Estetik

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved