Selasa, 12 Mei 2026

Kota Malang

UB Malang Gandeng UNESCO untuk Selamatkan Mata Air dan Siapkan Gerakan Kampus Peduli Lingkungan

UB Malang Gandeng UNESCO untuk Selamatkan Mata Air dan Siapkan Gerakan Kampus Peduli Lingkungan

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
UB MALANG - Suasana dalam kegiatan kuliah tamu Hemat Air Sedunia yang digelar di Auditorium Universitas Brawijaya (UB) Malang, Senin (11/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Brawijaya (UB) Malang kolaborasi dengan UNESCOmemperkuat komitmen dalam isu pelestarian air dan lingkungan melalui dalam rangka peringatan World Water Week 2026 atau Hari Hemat Air Sedunia
  • UB dipercaya menerjemahkan ringkasan eksekutif laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang perkembangan air dunia atau World Water Development Report 2026 ke dalam Bahasa Indonesia

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Universitas Brawijaya (UB) Malang memperkuat komitmennya dalam isu pelestarian air dan lingkungan melalui kolaborasi internasional bersama UNESCO dalam rangka peringatan World Water Week 2026 atau Hari Hemat Air Sedunia.

Dalam kegiatan kuliah tamu yang digelar pada Senin (11/5/2026), Wakil Rektor IV UB Malang, Prof Andi Kurniawan SPi MEng DSc mengungkapkan, bahwa UB dipercaya menerjemahkan ringkasan eksekutif laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang perkembangan air dunia atau World Water Development Report 2026 ke dalam Bahasa Indonesia.

"Terjemahan bahasa Indonesia ini sudah dikirimkan ke Paris dan diluncurkan bersama bahasa resmi UNESCO lainnya pada 19 Maret lalu," kata Prof Andi.

Menurutnya, keterlibatan UB dalam agenda global tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kampanye kesadaran penyelamatan air sekaligus memperluas kolaborasi bersama Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO dan UNESCO Regional Office Jakarta.

Dalam momentum tersebut, UB juga mengangkat tema sustainable ecohydrological approach for coastal resources management sebagai salah satu proyek prioritas kampus.

Baca juga: Wacana Penutupan Prodi, UB Malang Tawarkan Opsi Penguatan Kurikulum untuk Prodi yang Lemah

Tema itu, kata Prof Andi, mendapat dukungan langsung dari Rektor UB untuk dikembangkan sebagai keunggulan komparatif universitas dalam program globalisasi kampus dan gerakan green campus.

"Tema ini akan terus dikoneksikan dan diintegrasikan dalam kegiatan bersama UNESCO maupun program green campus UB," jelasnya.

Tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, UB juga mulai memasukkan isu pelestarian air dan lingkungan ke dalam sistem pembelajaran mahasiswa.

Prof Andi menilai kesadaran lingkungan kini menjadi kebutuhan mendesak yang harus masuk ke dalam pendidikan tinggi.

"Hari ini kita membutuhkan level baru dari pendidikan kewarganegaraan dan literasi lingkungan. Kesadaran terhadap isu global sudah menjadi keharusan untuk masuk dalam pembelajaran," katanya.

Implementasi tersebut dilakukan melalui pendekatan Outcome Based Education (OBE) dan project based learning, di mana mahasiswa dan dosen didorong membahas persoalan nyata lingkungan sebagai bagian dari proyek pembelajaran.

Permasalahan banjir hingga hilangnya mata air di Malang Raya dijadikan laboratorium sosial untuk mencari solusi berbasis riset dan pengabdian masyarakat.

"Masalah air di Malang Raya ini nyata, mulai dari banjir sampai kehilangan mata air. Ini menjadi bagian dari kontribusi UB untuk memberi dampak bagi masyarakat," tegasnya.

UB Malang pun menggandeng sejumlah pemerintah daerah seperti Pemkot Batu, Pemkab Malang, dan Pemkot Malang untuk memperkuat upaya penyelamatan sumber daya air.

Selain pemerintah daerah, kerja sama juga melibatkan perusahaan melalui program CSR serta penelitian dan pengabdian bersama.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved