Kota Malang
Jelang Libur Panjang Periode Mei 2026, Dishub Kota Malang Antisipasi Titik Rawan Macet
Kawasan Tol Madyopuro hingga koridor Kayutangan Heritage menjadi lokasi yang mendapat perhatian khusus.
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Jelang momen libur panjang pada Mei 2026, Dishub Kota Malang memetakan sejumlah titik rawan kemacetan
- Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan kepadatan kendaraan saat musim liburan diperkirakan terjadi di sejumlah jalur utama menuju pusat kota dan kawasan wisata kuliner.
- Kawasan Tol Madyopuro hingga koridor Kayutangan Heritage menjadi lokasi yang mendapat perhatian khusus
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memetakan sejumlah titik rawan kemacetan selama momentum libur panjang dan akhir pekan pada Mei 2026.
Kawasan Tol Madyopuro hingga koridor Kayutangan Heritage menjadi lokasi yang mendapat perhatian khusus.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan kepadatan kendaraan saat musim liburan diperkirakan terjadi di sejumlah jalur utama menuju pusat kota dan kawasan wisata kuliner.
“Kalau liburan ini banyak rawan macet, satu yang padat istilahnya pintu masuk Tol Madyopuro."
"Ahmad Yani sampai ke arah MCC, terus arah ke Borobudur, kafe-kafe itu,” ujar Widjaja Saleh Putra kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (13/5/2026).
Selain itu, kawasan Kayutangan Heritage hingga Alun-Alun Merdeka juga tetap menjadi titik atensi Dishub karena tingginya aktivitas masyarakat dan wisatawan.
“Kayutangan itu atensi. Sampai alun-alun itu, sampai Semeru,” katanya.
Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, Dishub menyiagakan petugas di sejumlah titik serta memanfaatkan sistem pemantauan berbasis teknologi melalui Area Traffic Control System (ATCS).
Baca juga: Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini Rabu 13 Mei 2026: Dominasi Berawan, Ngantang-Kasembon Hujan
“Pengawasan kami lakukan menggunakan ATCS. Pun menggunakan aplikasi traffic. Dari situ kami bisa sifatnya insidental mengirimkan petugas,” jelasnya.
Widjaja mengatakan rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional apabila kondisi kemacetan sudah tidak bisa ditoleransi.
Dishub juga terus berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota terkait langkah penguraian arus kendaraan.
“Begitu membutuhkan penanganan rekayasa, kami harus berkoordinasi dengan Polresta,” ujarnya.
Di sisi lain, Dishub Kota Malang juga masih berupaya mengoptimalkan pendapatan parkir pada 2026.
Tahun sebelumnya, realisasi pendapatan parkir tercatat sebesar Rp 11,2 miliar dari target Rp 15 miliar. Masa libur panjang berpotensi meningkatkan pendapatan dari sektor parkir pinggir jalan.
“Mudah-mudahan bisa mencapai target karena kita menggunakan strategi baru,” kata Widjaja.
Namun, momentum libur panjang disebut justru menjadi tantangan tersendiri bagi pendapatan parkir daerah. Sebab, banyak juru parkir yang memilih libur mengikuti tutupnya toko maupun tempat usaha.
“Kalau libur maka banyak toko-toko atau tempat usaha juga libur. Juru parkirnya juga libur, sehingga tidak ada setoran,” ungkapnya.
Baca juga: Fasilitas Olahraga Jadi Kendala Sekolah Rakyat di Kota Malang
Dishub Kota Malang tetap berharap optimalisasi pengelolaan parkir dan pengawasan lalu lintas selama libur panjang dapat menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di Kota Malang.
Sejumlah umat Kristen juga diperkirakan akan mendatangi Kota Malang. Momentum libur panjang pada 2026 memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas keagamaan di Kota Malang.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Gembala Sidang Gereja JKI Yehova Rapha Ministry Kota Malang, Pid David Tobing, yang melihat lonjakan kehadiran jemaat dalam ibadah.
Menurutnya, kebijakan cuti panjang membuat banyak perantau memilih pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga.
“Kami sangat terkejut karena liburnya panjang. Banyak perantau yang pulang, sehingga bisa menikmati kebersamaan dengan keluarga di Kota Malang,” ujarnya.
Pdt David memperkirakan, lonjakan jumlah jemaat akan terjadi di gereja tempatnya melayani. Dengan kapasitas sekitar 150 kursi, jumlah jamaah yang datang diperkirakan akan lebih banyak.
“Biasanya sekitar 50 jemaat, sekarang bisa sampai 100 orang. Bahkan kalau penuh, ada yang harus berdiri karena tidak kebagian tempat duduk,” katanya.
Ia menilai peningkatan tersebut merupakan efek domino dari kebijakan libur panjang yang memberi kesempatan umat untuk kembali ke daerah asal.jadwal libur panjang juga bersama dengan perayaan hari besar keagamaan.
“Banyak jemaat dari luar Malang Raya yang datang. Hampir seratus persen itu dari luar kota,” tambahnya.
Selain dampak pada aktivitas ibadah, Pdt David juga menyoroti kondisi toleransi antarumat beragama di Kota Malang yang dinilai sangat kondusif. Ia mencontohkan momen perayaan hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, yang menunjukkan tingginya rasa saling menghargai antarumat.
“Di Kota Malang ini moderasinya sangat bagus. Saat Idul Fitri, aktivitas bisa sampai meluber dekat gereja, tapi tetap saling menghormati,” ujarnya.
Menurutnya, sikap saling menghargai tersebut menjadi pondasi penting dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Pit David juga menyampaikan pesan kepada umat Kristiani dalam menyambut peringatan Kenaikan Yesus Kristus.
“Selamat merayakan Kenaikan Yesus Kristus. Semoga iman semakin teguh dan pengharapan semakin pasti dalam kehidupan,” ucapnya.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan suasana toleransi yang tetap terjaga, Kota Malang dinilai mampu menjadi contoh harmoni kehidupan beragama di tengah momentum hari besar keagamaan.
Baca juga: 80 Angkot Bakal Beroperasi Menjadi Angkutan Pelajar di Kota Malang
| Roadshow IndonesiaNEXT di UB Malang Diikuti Ratusan Mahasiswa, Menimba Ilmu Artificial Intelligence |
|
|---|
| Edukasi Obat Herbal di SMAN 4 Kota Malang, saatnya Gen Z Jadi Generasi Sehat Tanpa Narkoba |
|
|---|
| Pemkot Malang Masuk 10 Besar Prioritas Pelaksanaan Program LSDP |
|
|---|
| 80 Angkot Bakal Beroperasi Menjadi Angkutan Pelajar di Kota Malang |
|
|---|
| Kisah Inspiratif Kurniawan Taufiq Kadafi, Dokter Spesialis Anak di Kota Malang yang Jago Melukis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Jalan-Basuki-Rahmat-atau-koridor-Kayutangan-Heritage-Dishub-Kota-Malang.jpg)