Kota Malang
Dolar Naik, Produsen Keripik Tempe Sanan Kota Malang Menjerit, Harga Kedelai dan Plastik Ikut Naik
Dolar Naik, Produsen Keripik Tempe Sanan Kota Malang Menjerit, Harga Kedelai dan Plastik Ikut Naik
Penulis: Purwanto | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- UMKM di Kota Malang terdampak ketegangan geopolitik global dan anjloknya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat
- Salah satunya para UMKM di kawasan Sentra Industri Tempe dan Keripik Tempe Sanan, Kota Malang
- Para pelaku UMKM di Sanan Kota Malang mengeluhkan naiknya dolar karena bahan baku kedelai yang dibuat keripik masih impor
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Ketegangan geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar mata uang asing kian berdampak nyata pada sektor UMKM di Kota Malang.
Salah satunya para UMKM di kawasan Sentra Industri Tempe dan Keripik Tempe Sanan, Kota Malang.
Dari pengamatan SURYAMALANG.COM, para pelaku UMKM di Sanan Kota Malang mengeluhkan naiknya dolar karena bahan baku kedelai yang dibuat keripik masih impor.
Pada 19 Mei 2026 pukuk 15.05 WIB, 1 dolar Amerika Serikat tercatat berada di kisaran Rp 17.702.
Bukan hanya bahan baku utama seperti kedelai saja, para produsen kini dipusingkan oleh lonjakan drastis harga kemasan plastik dan kantong kresek yang naik hingga separuh harga dari nilai awal.
Frimiyanti (45) salah satu pemilik toko keripik tempe di Sanan Kota Malang mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga mulai kedelai hingga plastik terjadi secara beruntun sejak pecahnya konflik di Timur Tengah.
"Kenaikan itu mulai dari kemarin waktu perang itu."
"Naik semua kayak plastik, minyak, tepung, semua bahan. Yang paling berasa mahalnya itu plastik sama kresek," ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Baca juga: Akademisi UMM Sebut Pelemahan Rupiah Berdampak pada Kebutuhan Rumah Tangga, Termasuk di Kota Malang
Menurutnya, harga plastik kemasan per pak yang dulunya berada di kisaran Rp 35.000, kini melonjak tajam hingga menyentuh Rp 56.000 sampai Rp 60.000.
Kenaikan yang hampir mencapai 50 persen ini tentu mencekik margin keuntungan para perajin.
Sebagai pusat grosir keripik tempe toko yang melayani banyak tengkulak dan pembeli luar daerah, para perajin dilema untuk menaikkan harga jual produk secara drastis.
Mayoritas pelanggan setia menolak jika harga keripik tempe ikut dinaikkan.
Untuk menyiasati hal tersebut, Frimiyanti terpaksa mengambil langkah taktis dengan memperkecil ukuran plastik kemasan.
Sementara ukuran dan kualitas tempenya sendiri tetap stabil.
"Plastiknya dicari yang agak kecil. Pelanggan di sini kebanyakan kan dijual lagi, jadi kalau dinaikkan mahal-mahal mereka enggak mau, enggak kuat katanya. Jadi tak potong (ukuran) plastik gitu aja, harga tetap," jelasnya.
| Kecelakaan dengan Motor Pelat Merah, Pengendara Sepeda Lapor Polresta Malang Kota Malah Dicuekin |
|
|---|
| BI Malang Luncurkan Si Jules dan Urbania Qurban, Mudahkan Masyarakat Cari Hewan Kurban Halal |
|
|---|
| Pemkot Malang Sebut Pelemahan Rupiah Belum Berdampak Signifikan Terhadap Kebutuhan Pokok |
|
|---|
| Distributor Kedelai di Kota Malang Sebut Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar Tak Berdampak Signifikan |
|
|---|
| Akademisi UMM Sebut Pelemahan Rupiah Berdampak pada Kebutuhan Rumah Tangga, Termasuk di Kota Malang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/keripik-tempe-di-Sentra-Industri-Tempe-dan-Keripik-Tempe-Sanan-Kota-Malang-Selasa.jpg)