Kota Malang
Produksi Padi di Jatim Tercatat Naik, Bulog Malang Kebut Serapan Beras
Bulog Malang memastikan tetap membuka ruang penyerapan hasil panen petani di wilayah Malang Raya dan sekitarnya
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Kepala Bulog Cabang Malang, M Nurjuliansyah Rachman, mengatakan produksi padi di Jawa Timur terus mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir
- Bulog Malang memastikan tetap membuka ruang penyerapan hasil panen petani di wilayah Malang Raya dan sekitarnya
- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, luas panen di Jawa Timur mencapai 1,84 juta hektare dengan produksi 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG)
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Bulog Malang memastikan tetap membuka ruang penyerapan hasil panen petani di wilayah Malang Raya dan sekitarnya.
Hal ini seiring dengan melimpahnya produksi beras nasional yang kini surplus hingga setara 5,3 juta ton.
Langkah itu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga gabah sekaligus memastikan hasil panen petani tidak menumpuk saat musim panen raya berlangsung.
Kepala Bulog Cabang Malang, M Nurjuliansyah Rachman, mengatakan produksi padi di Jawa Timur terus mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, luas panen di Jawa Timur mencapai 1,84 juta hektare dengan produksi 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG).
Jumlah tersebut meningkat 12,60 persen dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 9,77 juta ton GKG.
Baca juga: Sederet Manuskrip Kuno Koleksi Perpustakaan Umum Kota Malang, Ada Serat Yusuf hingga Primbon Jawa
"Produksi naik cukup signifikan. Karena itu harus ada off taker yang siap menyerap hasil panen petani agar harga tetap stabil dan petani tidak kesulitan menjual gabahnya," kata pria yang akrab disapa Anung itu, Selasa (19/5/2026).
Tak hanya itu, berdasarkan rilis BPS per 4 Mei 2026, potensi produksi padi di Jawa Timur selama Januari hingga Juni 2026 diperkirakan mencapai 6,62 juta ton GKG atau naik sekitar 5,28 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Melihat tren tersebut, Bulog Malang memastikan siap menyerap gabah maupun beras petani yang belum terserap pasar.
Namun, penyerapan tetap dilakukan sesuai standar kualitas yang telah ditentukan pemerintah.
"Syarat kualitas tetap harus dipenuhi, seperti kadar air, tingkat patahan, dan harga pembelian pemerintah untuk gabah kering panen sebesar Rp 6.500 per kilogram," jelasnya.
Wilayah kerja Bulog Malang sendiri mencakup Malang Raya, Pasuruan, hingga beberapa daerah sekitar.
Selama musim panen berlangsung, Bulog mengklaim terus memaksimalkan penyerapan hasil produksi petani.
Hingga pertengahan Mei 2026 ini, Bulog Malang telah menyerap sekitar 70 ribu ton beras dari target pengadaan tahun ini sebesar 76 ribu ton.
Artinya, realisasi penyerapan sudah mendekati 92 persen target tahunan.
| Sederet Manuskrip Kuno Koleksi Perpustakaan Umum Kota Malang, Ada Serat Yusuf hingga Primbon Jawa |
|
|---|
| Wali Kota Malang Siapkan Plt Kepala Bapenda Seusai Handi Priyanto Jadi Sekda Kota Semarang |
|
|---|
| PGRI Kota Malang Dukung SPMB Transparan, Siap Awasi Internal Guru dan Kepala Sekolah |
|
|---|
| Pemkot Malang Deklarasikan SPMB 2026, Tekankan Transparansi dan Minimalkan Pelanggaran |
|
|---|
| Dolar Naik, Produsen Keripik Tempe Sanan Kota Malang Menjerit, Harga Kedelai dan Plastik Ikut Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Bulog-Malang-saat-meninjau-ketersediaan-beras-di-Gudang-Bulog-Malang-Kota-Malang.jpg)