Kota Malang
Penataan Pasar Kebalen dan Komitmen Nyata Pemkot Malang Hidupkan Ekonomi Rakyat
Di saat penataan Pasar Gadang sukses mengurai kemacetan, Pemkot Malang justru harus gigit jari menghadapi sengkarut di Pasar Kebalen.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kota Malang gencar melakukan normalisasi dan penataan pasar tradisional untuk mengurai kemacetan serta mengembalikan fungsi jalan raya.
- Target utamanya adalah kawasan Pasar Gadang dan Pasar Kebalen, menyusul kesuksesan penataan Pasar Kedungkandang pada November 2024 lalu.
- Di Pasar Gadang, relokasi pedagang ke sisi selatan berjalan sukses dan berhasil melancarkan arus lalu lintas menuju Bumiayu.
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Pemerintah Kota Malang kini sedang berupaya untuk melakukan normalisasi atau penataan di kawasan pasar tradisional.
Saat ini, sudah ada dua pasar yang sedang dinormalisasi, yakni Pasar Gadang dan Pasar Kebalen.
Seperti di Pasar Gadang, para pedagang direlokasi, untuk melancarkan arus lalu lintas di sepanjang jalan raya Pasar Gadang yang tembus ke daerah Bumiayu.
Upaya tersebut berhasil, di mana para pedagang ditempatkan di sisi selatan dengan membangun tempat relokasi yang baru.
Jalan Buntu Pasar Kebalen
Akan tetapi hal tersebut belum berlaku di Pasar Kebalen. Upaya normalisasi di pasar yang terletak dekat dengan jantung Kota Malang itu, tak semudah membalikkan tangan.
Dua pekan pasca-sidak yang dilakukan oleh Wali Kota Malang bersama jajaran Forkopimda pada 6 Mei 2026 kemarin, pedagang belum menempati kios yang telah disediakan.
Padahal, revitalisasi Pasar Kebalen telah dilakukan pada 2023 silam, dengan menelan anggaran sekitar Rp 3,2 miliar.
Namun upaya yang dilakukan oleh Pemkot Malang tersebut belum mampu membuat pedagang untuk kembali masuk ke dalam kios yang telah disediakan di dalam pasar.
"Tempatnya di dalam itu kecil. Jadi gak cukup untuk memuat dagangan saya. Mending saya berjualan di sini," kata Ita, pedagang yang berjualan sembako di Pasar Kebalen kepada SURYAMALANG.COM, pada Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Juru Parkir Pasar Kebalen Kota Malang Dukung Penertiban, Harap Ada Lahan Parkir Resmi
Padahal, Ita telah memiliki satu los di dalam Pasar Kebalen, namun ia memilih untuk berjualan di emperan pasar, yang berlokasi tak jauh dari pintu masuk Pasar Kebalen.
Selain Ita, ada 25 pedagang lainnya yang memiliki los atau kios di dalam Pasar Kebalen, tapi mereka justru memilih berjualan di emperan pasar yang semestinya untuk tempat parkir.
"Saya sudah 35 tahun berjualan di sini. Kata Pak Peni dulu (eks Wali Kota Malang 2003-2013) pedagang boleh berjualan di sini. Pokoknya gak sampai ke jalan raya," ungkapnya.
Ita pun memilih untuk tetap bertahan, meskipun ada imbauan agar pedagang kembali menempati kios yang sudah disediakan di dalam pasar.
"Ya saya gak mau. Lapaknya di dalam itu kecil. Sejak lama juga saya sudah jualan di sini (emperan pasar)," ujarnya.
'Jeritan' Pedagang di Dalam Pasar
Berbeda dengan Ita, sejumlah pedagang yang berjualan di dalam pasar justru berharap para pedagang lain yang memiliki kios resmi bisa kembali berjualan ke dalam pasar.
| Polresta Malang Kota Buru Pengendara Motor Pelat Merah yang Kabur Pasca Kecelakaan dengan Pesepeda |
|
|---|
| Serangan Jantung, Napi Lapas Malang Meninggal Dunia saat Perawatan di RSSA |
|
|---|
| Produksi Padi di Jatim Tercatat Naik, Bulog Malang Kebut Serapan Beras |
|
|---|
| Sederet Manuskrip Kuno Koleksi Perpustakaan Umum Kota Malang, Ada Serat Yusuf hingga Primbon Jawa |
|
|---|
| Wali Kota Malang Siapkan Plt Kepala Bapenda Seusai Handi Priyanto Jadi Sekda Kota Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Penataan-Pasar-Kebalen-dan-Komitmen-Nyata-Pemkot-Malang-Hidupkan-Ekonomi-Rakyat.jpg)