Kota Malang
Persaingan Kerja Kian Ketat, ITSK Soepraoen Malang Andalkan Pendidikan Berbasis Kompetensi
Menjawab tantangan dunia kerja yang kompetitif, ITSK RS dr. Soepraoen Malang membuka PMB 2026 dengan fokus mencetak tenaga profesional siap pakai.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Ringkasan Berita:
- Menghadapi ketatnya persaingan dunia kerja, Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang memfokuskan PMB 2026 untuk mencetak lulusan profesional yang siap kerja.
- Rektor ITSK menegaskan, sektor kesehatan dan teknologi saat ini menuntut keterampilan praktik, kompetensi profesional, dan sertifikasi profesi.
- Untuk menjawab tantangan itu, kampus yang terintegrasi langsung dengan RST dr. Soepraoen ini menerapkan sistem pendidikan yang memadukan teori dengan praktik.
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Persaingan dunia kerja yang semakin ketat mendorong perguruan tinggi tak hanya fokus mencetak lulusan berijazah, tetapi juga tenaga profesional yang siap terjun ke lapangan.
Hal itu yang menjadi salah satu fokus Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang saat membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026.
Rektor ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Dr. dr. Sutrisno, S.H., M.A.R.S., M.H.Kes., FISQua, mengatakan tantangan dunia kerja di Indonesia terus berkembang, seiring meningkatnya jumlah lulusan setiap tahun, dan ketatnya persaingan memperoleh pekerjaan.
Menurutnya, sektor kesehatan dan layanan berbasis teknologi masih membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan memiliki kesiapan kerja.
Integrasi Teori hingga Sertifikasi Profesi
Sistem pendidikan yang diterapkan oleh ITSK Soepraoen Malang kini tidak hanya menitikberatkan pada akademik, tetapi juga penguatan kompetensi profesional, pengalaman praktik, hingga kesiapan kerja mahasiswa sejak dini.
"Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat lulusan dari sisi gelar pendidikan, tetapi juga keterampilan, pengalaman praktik, serta kompetensi profesional yang dimiliki," kata Sutrisno, Jumat (22/5/2026).
Sebagai kampus yang bergerak di bidang kesehatan, teknologi, dan sains terapan, ITSK Soepraoen menghadirkan pembelajaran yang dipadukan dengan praktik lapangan dan pengalaman klinis.
Kampus yang terletak bersebelahan dengan RST dr. Soepraoen itu juga memberikan penguatan kompetensi sesuai kebutuhan industri kesehatan.
Baca juga: UB Malang Gandeng UNESCO untuk Selamatkan Mata Air dan Siapkan Gerakan Kampus Peduli Lingkungan
Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah adanya jalur kompetensi dan sertifikasi profesi di sejumlah bidang.
Dengan skema tersebut, mahasiswa disebut tidak hanya memperoleh ijazah akademik, tetapi juga bekal kompetensi profesional yang dapat meningkatkan daya saing ketika memasuki dunia kerja.
Menurut Rektor, kebutuhan tenaga kesehatan dan transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dijawab oleh institusi pendidikan.
Baca juga: Roadshow IndonesiaNEXT di UB Malang Diikuti Ratusan Mahasiswa, Menimba Ilmu Artificial Intelligence
"ITSK hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pendidikan yang terintegrasi antara teori, praktik, dan penguatan profesi," ucap Sutrisno.
Selain itu, pihak kampus juga memperkuat ekosistem pendidikan yang terhubung dengan fasilitas layanan kesehatan dan rumah sakit.
Kondisi ini memberi kesempatan mahasiswa belajar langsung di lingkungan kerja nyata sejak masa pendidikan.
Selain penguatan akademik, kampus juga menyiapkan dukungan sarana, prasarana, hingga sistem administrasi untuk menunjang proses PMB.
"Dukungan infrastruktur, teknologi, dan fasilitas pembelajaran menjadi bagian penting dalam menciptakan proses PMB yang berkualitas sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat," ujar Sutrisno.
Pembukaan PMB Gelombang 2
ITSK Soepraoen Malang memiliki sejumlah program studi (prodi) di bidang kesehatan dan teknologi.
Di antaranya ialah prodi Keperawatan, Kebidanan, Farmasi, Fisioterapi, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Kedokteran Gigi, Informatika, Keperawatan Anestesiologi, Akupunktur, serta bidang kesehatan lainnya.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sartoyo, S.Kes., S.Sos., M.Kes, menambahkan mahasiswa nantinya juga dibekali penguatan karakter, pengalaman organisasi, soft skills, hingga pendampingan karier.
Melalui jejaring kemitraan dan penyaluran tenaga kerja, baik di dalam maupun luar negeri, lulusan diharapkan memiliki kesiapan dan daya saing lebih tinggi.
Baca juga: Soal Wacana Penutupan Prodi, Warek UB : Bukan Hal Tabu tapi Tak Bisa Dilakukan Tergesa-gesa
"Nantinya mahasiswa ITSK tidak hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga penguatan karakter, pengalaman organisasi, soft skills, serta pendampingan karier," kata Sartoyo.
Sartoyo menjelaskan, pembukaan PMB tahun ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses informasi dan menjaring calon mahasiswa melalui sistem penerimaan berbasis mutu.
Menurutnya, ITSK RS dr. Soepraoen Malang menargetkan menjadi kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan akademik, tetapi juga tenaga profesional yang siap menghadapi tantangan dunia kerja nasional maupun peluang internasional.
Adapun PMB Gelombang 2 ITSK RS dr. Soepraoen Malang dibuka mulai 2 Maret hingga 27 Juni 2026.
Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com
| Komisi B DPRD Kota Malang Desak Diskopindag Verifikasi Data Pedagang Pasar Induk Gadang |
|
|---|
| Pemkot Malang Butuh Kesiapan Lahan untuk Bangun PSEL, Lokasi di Kabupaten Malang Belum Pasti |
|
|---|
| Polinema dapat Hibah Mesin Bubut dari PT Nestle Indonesia, Dukung Kesiapan Kerja Generasi Muda |
|
|---|
| Hotel Tugu Malang dan Blitar Hadirkan Sensasi Panen Kopi di Lereng Gunung Kelud |
|
|---|
| Relokasi Pedagang Pasar Induk Gadang Kota Malang Tahap Kedua Dirampungkan Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Persaingan-Kerja-Kian-Ketat-ITSK-Soepraoen-Malang-Andalkan-Pendidikan-Berbasis-Kompetensi.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.