Minggu, 31 Mei 2026

Kota Malang

Gubernur Jatim Temukan Minyakita dan Beras SPHP Kosong di Pasar Klojen Malang, Minta Bulog Bertindak

Temuan itu disampaikan Khofifah setelah meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Klojen, Jumat (29/5/2026).

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
PASAR KLOJEN - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, membeli sayuran di Pasar Klojen, Kota Malang, Jumat (29/5/2026). Khofifah menjelaskan, berdasarkan hasil tinjauannya ke Pasar Klojen, pasokan beras SPHP dan Minyakita telah kosong. Ia berharap Bulog bisa memasok kembali ke Pasar Klojen. 

“Takutnya mereka tidak mau menerima karena uangnya tidak muter,” ujarnya.

Meski demikian, Nurjuliansyah menilai beras SPHP seharusnya tetap tersedia di Pasar Klojen mengingat mekanisme distribusi yang selama ini berjalan.

Walaupun terjadi kekosongan, menurutnya kemungkinan hanya disebabkan keterlambatan distribusi.

“Kalau Klojen harusnya ada. Kalau ada keterlambatan biasanya hanya satu atau dua hari,” katanya.

Selain beras SPHP, Bulog juga memastikan ketersediaan stok pangan pokok lainnya masih dalam kondisi aman.

Untuk komoditas Minyakita, Nurjuliansyah mengakui pasokannya memang lebih terbatas dibanding beras SPHP.

“Kalau minyak memang terbatas,” ujarnya.

Meski demikian, masyarakat masih dapat memperoleh Minyakita melalui sejumlah titik distribusi yang bekerja sama dengan Bulog. Salah satunya melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang tersedia di kawasan Bunulrejo, Kota Malang.

Terkait harga, Bulog memastikan tidak ada perubahan harga beras SPHP di tingkat gudang. Saat ini harga beras medium SPHP yang keluar dari gudang Bulog masih berada pada kisaran Rp11 ribu per kilogram.

“Kalau harga masih tetap. Di gudang Rp11 ribu,” kata Nurjuliansyah.

Kondisi ini berbeda dengan Pasar Bunulrejo, pasokan beras medium dari Bulog atau beras SPHP masih melimpah.

Supriyono, pedagang sembako di Pasar Bunulrejo mengatakan, beras medium di tempatnya baru terjual hingga 20 Kg, padahal biasanya bisa mencapai 100 Kg. 

Kondisi seperti itu sudah terjadi sejak awal Mei 2026. Supriyono mengatakan, beberapa pelanggannya memilih untuk menahan pembelian beras medium karena terdesak kebutuhan yang lain.

“Kalau beras SPHP itu biasanya cepat laku. Saat ini baru terjual 20 Kg lebih, biasanya bisa mencapai 100 Kg dalam sehari,” ujarnya.

Di sisi lain, pasokan beras begitu melimpah. Meski begitu, telah terjadi kenaikan harga beras meski tidak banyak, yakni kisaran kenaikan hingga Rp 500.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved