Rabu, 3 Juni 2026

Kota Malang

Gubernur Jatim Temukan Minyakita dan Beras SPHP Kosong di Pasar Klojen Malang, Minta Bulog Bertindak

Temuan itu disampaikan Khofifah setelah meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Klojen, Jumat (29/5/2026).

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
PASAR KLOJEN - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, membeli sayuran di Pasar Klojen, Kota Malang, Jumat (29/5/2026). Khofifah menjelaskan, berdasarkan hasil tinjauannya ke Pasar Klojen, pasokan beras SPHP dan Minyakita telah kosong. Ia berharap Bulog bisa memasok kembali ke Pasar Klojen. 
Ringkasan Berita:

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menemukan pasokan beras medium Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyakita sudah lama tidak tersedia di Pasar Klojen Kota Malang.

Temuan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Malang untuk segera berkoordinasi dengan Bulog guna memastikan distribusi kembali berjalan normal.

Temuan itu disampaikan Khofifah setelah meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Klojen, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, Pasar Klojen merupakan salah satu pasar rujukan dalam Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur yang setiap hari digunakan untuk memantau dinamika harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Pasar Klojen ini salah satu pasar yang menjadi referensi Siskaperbapo. Dari sini kita memantau harga-harga sembako setiap hari,” kata Khofifah Indar Parawansa.

Dalam peninjauan tersebut, Khofifah mendapati beras medium SPHP yang biasanya menjadi pilihan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah sudah cukup lama tidak tersedia.

“Yang menjadi catatan penting, ternyata beras medium SPHP lama tidak tersuplai,” ujarnya.

Baca juga: Harga Cabai dan Bawang Merah Melonjak di Pasar Klojen Kota Malang dalam Dua Pekan Terakhir

Temuan serupa juga terjadi pada minyak goreng Minyakita yang disebut sudah cukup lama tidak masuk ke pasar.

Saat menanyakan langsung kepada pedagang, Khofifah mendapatkan informasi bahwa kekosongan pasokan bahkan sudah terjadi sejak momentum Ramadan lalu.

“Ketika saya tanya mulai kapan tidak tersuplai, jawabannya sudah lama. Bahkan sejak Ramadan,” katanya.

Karena itu, Khofifah meminta pemerintah daerah segera melakukan koordinasi dengan Perum Bulog sebagai pihak yang bertanggung jawab atas distribusi beras SPHP dan Minyakita.

Menurutnya, tidak ada alasan kekurangan stok karena Jawa Timur saat ini memiliki cadangan beras yang sangat mencukupi.

“Stok beras medium SPHP di Jawa Timur sekitar 3,2 juta ton. Jadi seharusnya semua masyarakat bisa terlayani melalui distribusi Bulog,” ujarnya.

Ia menegaskan meskipun sebagian masyarakat perkotaan telah beralih mengonsumsi beras premium, ketersediaan beras medium tetap harus dijaga karena masih dibutuhkan banyak warga.

Selain persoalan distribusi, Khofifah juga menyoroti harga Minyakita yang dijual di sejumlah toko sembako melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Selisihnya cukup tinggi dari Harga Eceran Tertinggi,” katanya.

Khofifah menjelaskan pengawasan harga bahan pokok menjadi salah satu agenda rutin pemerintah pusat melalui rapat pengendalian inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri setiap pekan.

Dalam rapat tersebut, gubernur, bupati, dan wali kota diminta aktif melakukan pengecekan langsung harga kebutuhan pokok di lapangan.

Perum Bulog Cabang Malang memastikan stok beras medium Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih tersedia dan siap didistribusikan ke pasar-pasar di Kota Malang.

Menanggapi temuan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa terkait kosongnya beras SPHP di Pasar Klojen, Bulog menyebut distribusi selama ini dilakukan berdasarkan pesanan dari pedagang atau mitra penyalur.

Baca juga: Libur Iduladha, 112 Ribu Lebih Kendaraan Masuk dan Keluar Malang via Tol Singosari, Pakis dan Lawang

Kepala Perum Bulog Cabang Malang, M Nurjuliansyah Rahman mengatakan permintaan beras SPHP dari masyarakat sebenarnya masih cukup tinggi.

Dijelaskan Nurjuliansyah, memang di Pasar Klojen mayoritas pedagang sudha tidak mau menjual beras SPHP. 

“Alasan pedagang yang kami dengar, karena ribet administrasi berdasarkan aplikasi. Sebetulnya tidak ribet, buktinya tempat lain juga bisa seperti di Pasar Bunulrejo dan Oro-oro Dowo,” ujar Nurjuliansyah. 

Dijelaskannya, mekanisme distribusi beras SPHP dilakukan berdasarkan pesanan yang diajukan oleh pedagang maupun mitra penyalur yang bekerja sama dengan Bulog.

Karena itu, apabila suatu lokasi tidak menerima pasokan dalam periode tertentu, belum tentu disebabkan keterbatasan stok di gudang Bulog.

“Biasanya mereka pesan. Kalau kosong berarti mereka tidak pesan. Kami pasok berdasarkan pesanan mereka,” ujarnya.

Di Pasar Klojen, Bulog selama ini melakukan distribusi melalui kerja sama dengan Tugu Aneka Usaha sebagai mitra penyalur. Bulog memasok ke BUMD Tugu Aneka Usaha. Kemudian disalurkan oleh BUMD Tugu Aneka Usaha ke pedagang.

Nurjuliansyah menegaskan pihaknya tetap siap memasok beras SPHP apabila terdapat permintaan dari mitra maupun pedagang.

“Bisa kami pasok, asal mereka mau menerima. Yang penting mereka mau terima saja,” katanya.

Ia menduga salah satu pertimbangan pedagang tidak mengambil pasokan adalah perputaran modal dan kecepatan penjualan barang di pasar.

“Takutnya mereka tidak mau menerima karena uangnya tidak muter,” ujarnya.

Meski demikian, Nurjuliansyah menilai beras SPHP seharusnya tetap tersedia di Pasar Klojen mengingat mekanisme distribusi yang selama ini berjalan.

Walaupun terjadi kekosongan, menurutnya kemungkinan hanya disebabkan keterlambatan distribusi.

“Kalau Klojen harusnya ada. Kalau ada keterlambatan biasanya hanya satu atau dua hari,” katanya.

Selain beras SPHP, Bulog juga memastikan ketersediaan stok pangan pokok lainnya masih dalam kondisi aman.

Untuk komoditas Minyakita, Nurjuliansyah mengakui pasokannya memang lebih terbatas dibanding beras SPHP.

“Kalau minyak memang terbatas,” ujarnya.

Meski demikian, masyarakat masih dapat memperoleh Minyakita melalui sejumlah titik distribusi yang bekerja sama dengan Bulog. Salah satunya melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang tersedia di kawasan Bunulrejo, Kota Malang.

Terkait harga, Bulog memastikan tidak ada perubahan harga beras SPHP di tingkat gudang. Saat ini harga beras medium SPHP yang keluar dari gudang Bulog masih berada pada kisaran Rp11 ribu per kilogram.

“Kalau harga masih tetap. Di gudang Rp11 ribu,” kata Nurjuliansyah.

Kondisi ini berbeda dengan Pasar Bunulrejo, pasokan beras medium dari Bulog atau beras SPHP masih melimpah.

Supriyono, pedagang sembako di Pasar Bunulrejo mengatakan, beras medium di tempatnya baru terjual hingga 20 Kg, padahal biasanya bisa mencapai 100 Kg. 

Kondisi seperti itu sudah terjadi sejak awal Mei 2026. Supriyono mengatakan, beberapa pelanggannya memilih untuk menahan pembelian beras medium karena terdesak kebutuhan yang lain.

“Kalau beras SPHP itu biasanya cepat laku. Saat ini baru terjual 20 Kg lebih, biasanya bisa mencapai 100 Kg dalam sehari,” ujarnya.

Di sisi lain, pasokan beras begitu melimpah. Meski begitu, telah terjadi kenaikan harga beras meski tidak banyak, yakni kisaran kenaikan hingga Rp 500.

"Stok beras melimpah, pasokan dari distributor lancar. Tapi, daya beli melambat,” kata Supriyono.

Adapun beras paling murah di pasar, yakni beras SPHP Bulog seharga Rp 62.500 per 5 kg. Tapi, stok beras SPHP di lapak Supriyono belum habis terjual sejak pengiriman pada 5 Mei lalu sebanyak 250 kg.

Kenaikan harga beras bukan saja jenis medium, melainkan juga terjadi pada beras premium. Harga kulakan beras premium merek Raja sebelumnya Rp 73.500 per kemasan 5 kg, sekarang jadi Rp 74 ribu.

Demikian pula beras merek Lahap dan Mentari masing-masing Rp 76.500 dan Rp 76 ribu per 5 kg, pedagang menjualnya Rp 78 ribu.

Saat ini, tersisa ada 20 sak beras premium di tempatnya. Ia menunda menjual stok yang ada karena stok yang lain belum terjual. 

Baca juga: Berkah Piala Dunia 2026: Pedagang di Malang Banjir Order Jersey Argentina, Grade ORI Rp 100 Ribuan

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved