Kamis, 11 Juni 2026

Malang Raya

Berita Malang Raya Populer: Warga Batu Jual Mercedes Usai Pertamax Naik, Jembatan Turen Diperbaiki

Kenaikan BBM non subsidi tak hanya mengubah kebiasaan warga Kota Batu, tetapi juga memicu keputusan ekstrem menjual mobil klasik.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Benni Indo | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM/Purwanto
BERITA MALANG POPULER - Pengendara motor antre mengisi BBM di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Jalan Langsep, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (10/6/2026). Kenaikan harga BBM non subsidi di awal Juni 2026 mulai berdampak pada perilaku warga yang memutuskan menjual mobil Mercedes miliknya setelah Pertamax mengalami kenaikan signifikan, terangkum dalam berita Malang Raya populer. 

Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Benni Indo/Lu'lu'ul Isnainiyah

Ringkasan Berita:
  • Andrey, warga Kota Batu, memilih menjual Mercedes keluaran 1994 miliknya karena beban biaya BBM non subsidi yang dinilai semakin tinggi. 
  • Andrey bahkan sudah memasang harga jual mobil tersebut sebesar Rp95 juta dan mulai mempertimbangkan beralih penggunaan kendaraan ke yang lebih hemat. 
  • Sementara itu, DPUBM Kabupaten Malang memastikan perbaikan permanen jembatan berlubang atau duiker di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, akan segera dikerjakan pada pekan ini.

SURYAMALANG.COM, MALANG RAYA - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di awal Juni 2026 mulai berdampak pada perilaku warga di Malang Raya.

Salah satunya dialami Andrey, warga Kota Batu, yang memutuskan menjual mobil Mercedes miliknya setelah harga Pertamax mengalami kenaikan signifikan.

Di sisi lain, pemerintah Kabupaten Malang juga bergerak menangani infrastruktur jalan yang rusak di wilayah Turen.

Berikut ulasan selengkapnya:

Jual Mercedes Usai Pertamax Naik

Andrey, warga Kota Batu, mengawali pagi tidak seperti biasanya. Pada Rabu pagi (10/6/2026), ia mengaku kaget setelah melihat media sosial ramai membahas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi.

Harga Pertamax 92 yang sebelumnya Rp 12.300 naik menjadi Rp 16.250. Sementara itu, Pertamax Green 95 yang semula Rp 12.900 kini menjadi Rp 17.000.

Kenaikan tersebut, membuatnya semakin yakin untuk menjual mobil Mercedes keluaran tahun 1994 dengan kapasitas mesin 3.200 CC miliknya.

Baca juga: Diskopindang Kota Malang Masih Tunggu Hasil Revisi RTH dari Kementerian Sebelum Bangun Gedung KDMP

Menurut Andrey, pilihan itu menjadi realistis karena biaya BBM non-subsidi semakin mahal.

“Saya jual saja Mercedes itu. Selama ini kan tidak bisa pesan pembayaran berkode juga karena 3.200 CC,” terang Andrey yang hobi otomotif, Rabu (10/6/2026).

Andrey pun memasang harga jual Rp95.000.000. Mobil tersebut memang jarang digunakan untuk aktivitas harian karena lebih berstatus koleksi. Sebagai penghobi, ia telah memiliki Mercedes itu sejak beberapa tahun terakhir.

“Kalau kerja naik Avanza,” terang Andrey.

Setiap hari, Andrey menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer dari Kota Batu menuju Kota Malang. Saat akhir pekan, ia juga kerap pulang ke Surabaya.

Mobil Avanza yang digunakan untuk bekerja biasanya memakai campuran Pertalite dan Pertamax. Namun, setelah kenaikan harga BBM per 10 Juni 2026, ia kemungkinan besar akan beralih menggunakan Pertalite.

“Menurut saya terlalu tinggi kenaikan saat ini. Kalau di angka Rp14.000,00 mungkin masih wajar,” ungkapnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved