Sabtu, 13 Juni 2026

Kabupaten Malang

OJK dan ILO Luncurkan ERP di KAN Jabung Malang, Permudah Akses Permodalan Bagi Peternak Sapi Perah

OJK dan ILO Luncurkan ERP di KAN Jabung Malang, Permudah Akses Permodalan Bagi Peternak Sapi Perah

Tayang:
ISTIMEWA
OJK - Proses peluncuran sistem Enterprise Resource Planning (ERP) bagi para peternak sapi perah yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Labour Organization (ILO) di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung Kabupaten Malang, Kamis (11/6/2026). 

Ringkasan Berita:

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Ribuan peternak sapi perah di Jawa Timur kini memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan formal.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Labour Organization (ILO) meluncurkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang dirancang untuk memperkuat digitalisasi usaha peternakan sekaligus membuka akses permodalan yang selama ini menjadi kendala utama peternak.

Peluncuran program tersebut digelar di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, Kamis (11/6/2026).

Hal tersebut sebagai bagian dari implementasi program PROMISE 2 IMPACT, hasil kolaborasi ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan OJK dengan dukungan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).

Program ini hadir untuk menjawab persoalan klasik yang selama ini dihadapi peternak sapi perah, yakni sulitnya memperoleh pembiayaan karena minimnya data usaha yang terdokumentasi dengan baik.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, mengungkapkan banyak peternak mengalami hambatan saat mengajukan pembiayaan karena lembaga keuangan kesulitan memperoleh informasi yang valid mengenai kondisi usaha mereka.

"Kami mendapatkan laporan para peternak yang kerap menghadapi hambatan dalam mengakses pembiayaan formal akibat asimetri informasi berupa keterbatasan data yang valid, profil usaha yang tidak jelas, kapasitas produksi yang simpang siur, dan kondisi keuangan peternak yang belum terdokumentasi dengan baik," kata Adi.

Baca juga: Wacana Sewa Mobil Listrik Pemkot Malang, DPRD: Dahulukan Truk Sampah Ketimbang Mobil Pimpinan

Menurutnya, sistem ERP menjadi solusi karena mampu mencatat data produksi, keuangan, hingga operasional koperasi secara real time dan terintegrasi.

Dengan demikian, profil usaha peternak dapat terlihat lebih jelas dan terukur.

Tak hanya itu, sistem tersebut telah diintegrasikan dengan layanan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK).

Integrasi ini memungkinkan lembaga keuangan melakukan penilaian kredit secara lebih objektif terhadap peternak yang sebelumnya sulit dijangkau sistem perbankan.

"Melalui data yang dihasilkan oleh sistem ERP ini, pemeringkat kredit alternatif dapat membangun profil kredit peternak dengan lebih objektif, akurat, dan inklusif."

"Bersama Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan, sistem ini menjadi jembatan yang menghubungkan peternak rakyat dengan ekosistem jasa keuangan formal secara lebih menyeluruh dan sesuai kebutuhan," jelasnya.

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh, menilai digitalisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tahan usaha sekaligus memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Simrin, transformasi digital bukan hanya soal teknologi, melainkan juga upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved