Kamis, 18 Juni 2026

Kota Malang

Disemprot Mahasiswa ‘Langsung Data!’, Bukti Laporan WA DPRD Malang Ternyata Centang Satu Sejak 2025

Niat bawa bukti laporan ke massa aksi, berkas WhatsApp Ketua DPRD Malang malah ketahuan masih centang satu sejak tahun lalu!

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM/Purwanto
DEMO MAHASISWA MALANG - Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita (KIRI) dan Anggota Pimpinan DPRD dari Fraksi Gerindra, Rimzah (KANAN-PEGANG MIKROFON) didampingi anggota menemui massa aksi dari Aliansi Amarah Brawijaya di depan gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Senin, (15/6/2026). Dialog antara massa pihak legislatif di depan Gedung DPRD Kota Malang itu diwarnai ketegangan saat Rimzah, secara terbuka bersaksi Presiden Prabowo Subianto adalah sosok yang ikhlas mengabdikan hidupnya. 
Ringkasan Berita:
  • Dialog antara Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya (Amarah Brawijaya) dan DPRD Kota Malang diwarnai ketegangan setelah massa memprotes keras pernyataan Rimzah dari Fraksi Gerindra yang membela figur Presiden Prabowo Subianto.
  • Suasana semakin memanas saat orator demonstran memergoki bukti cetak laporan tuntutan via WhatsApp yang dibawa dewan ternyata masih berstatus centang satu.
  • Terdesak oleh temuan tersebut, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengakui adanya kesalahan cetak.

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dialog antara massa aksi "Indonesia Gawat Darurat" dan pihak legislatif di depan Gedung DPRD Kota Malang diwarnai ketegangan saat Anggota Pimpinan DPRD dari Fraksi Gerindra, Rimzah, secara terbuka bersaksi Presiden Prabowo Subianto adalah sosok yang ikhlas mengabdikan hidupnya.

"Karena apa? karena sebetulnya saya sendiri bersaksi Pak Presiden, Pak Prabowo Subianto adalah orang yang ikhlas mengabdikan hidupnya" kata Rimzah, Senin (15/6/2026).

Ucapan tersebut, langsung memicu protes keras dan interupsi dari ratusan massa Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya (Amarah Brawijaya) yang mendesak dewan untuk berbicara berbasis data, bukan pembelaan figur.

"Gak percaya-gak percaya, wah gak percaya!!" teriak mahasiswa kompak dengan suara bergemuruh membuat jalannya dialog semakin memanas. 

Baca juga: Demo Ratusan Mahasiswa di Depan DPRD Kota Malang, Tagih Janji Komitmen Hentikan MBG

Setelah itu, orator yang memimpin dialog langsung merespons dengan ketus jawaban Rimzah.

"Kami minta bapak Ibu di sini to the point saja jangan kemudian kemana-mana. Langsung data Bapak" tegas perwakilan massa.

WhatsApp Centang Satu Sejak 2025

Suasana semakin menyudutkan pihak dewan setelah mahasiswa memergoki bukti cetak laporan WhatsApp (WA) yang diberikan kepada pihak mahasiswa ternyata masih berstatus centang satu sejak September 2025.

Laporan WhatsApp tersebut berisi tuntutan demo mahasiswa yang oleh Amithya dikirimkan kepada Anggota DPRD Kota Malang.

"Chat-nya seperti ini tapi centang satu kawan-kawan, yang pertama ini centang satu Ibu. Kalau centang satu masa anak kecil saja tahu kalau ini belum tersampaikan ke pusat kawan-kawan. Nah ini bagaimana WA nya siapa ini?" kata orator. 

"Monggo ditanggapi Bu Dewan. ini dikirimkan 3 September 2025, sekarang 2026" ucap orator.

Baca juga: Demo Negara Tidak Baik-Baik Saja di Surabaya Siang Ini, BEM Unair Tak Incar Tanda Tangan Pejabat

Setelah melakukan kroscek, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita yang hadir dalam dialog tersebut mengakui ada kesalahan cetak (print).

Amithya pun akhirnya mengakui kesalahan tersebut di hadapan demonstran.

"Sebentar. Oke, yang ini yang bukti email ini sudah terkirim. Ini bukti WhatsApp. Oke saya mengakui ini salah" ungkapnya. 

Tepis Isu Manipulasi

Melihat gelombang protes yang makin memuncak akibat temuan berkas yang tidak sinkron, pihak DPRD Kota Malang langsung mempersilakan perwakilan mahasiswa untuk memotret dokumen terbaru yang mereka bawa sebagai bentuk transparansi.

Langkah ini diambil guna menepis kecurigaan massa, pihak legislatif sedang mencoba memanipulasi data laporan yang akan diserahkan ke pemerintah pusat.

"Silakan silakan difoto. Iya monggo silakan difoto, Mas. Enggak, enggak, kita enggak nipu. Ini ya teman-teman sekalian. Sabar kawan-kawan, kita dengarkan penjelasan dulu, silakan," ujar Amithya di tengah riuhnya kepungan massa unjuk rasa.

Baca juga: Selesai Demo Buka Laptop, Ocha Mahasiswi UB Kerjakan Tugas di Trotoar: Kakek Saya Petani Terdampak

Setelah situasi agak mereda dan mahasiswa selesai mendokumentasikan lembaran tersebut, pihak dewan kemudian memberikan klarifikasi lanjutan mengenai struktur berkas yang sempat memicu perdebatan sengit.

Mereka mengakui adanya kekeliruan cetak pada lembaran bagian belakang, namun menjamin dokumen utama di bagian depan adalah valid dan sudah resmi dikirimkan.

"Lembar yang balik lagi salah. Sudah kita klarifikasi dengan bukti yang tadi ya. Oke. Tapi dua lembar yang di depan ini real sudah terkirim per tanggal 15 sore kemarin. Setelah selesai kami ketik, saya tanda tangan," tegasnya di hadapan massa aksi.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved