Sabtu, 25 April 2026

Alasan Iran Serang Pusat Data Amazon di Dubai dan Bahrain, Investasi AI 2 Triliun Dolar Terancam

Garda Revolusi Iran baru saja menghantam pusat data Amazon (AWS) di Dubai dan Bahrain dengan drone! Serangan ini bukan acak tapi sistematis.

|
Tangkap Layar Youtube Tribunnews.com dari Dok. Viory
PERAN IRAN AS-ISRAEL - Israel dan AS melancarkan serangan “Lion’s Roar” terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Di hari yang sama Iran meluncurkan serangan balasan. Kawasan Teluk yang digadang-gadang sebagai pusat masa depan teknologi kini mencekam setelah Pasukan Garda Revolusi Iran meluncurkan serangan drone ke pusat data Amazon Web Services (AWS) di Dubai dan Bahrain, Rabu (4/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ada alasan besar di balik penargetan pusat data AWS oleh Iran yang mengakibatkan kerusakan struktural, pemadaman listrik, dan penurunan saham Amazon sebesar 2,7 persen. 
  • Serangan ini diduga kuat merupakan aksi balas dendam atas penggunaan AI 'Claude' oleh militer AS dalam perencanaan serangan terhadap target di Iran. 
  • Selain motif militer, Iran berupaya melumpuhkan ekonomi digital dan investasi raksasa teknologi seperti Microsoft dan Amazon di Timur Tengah. 

SURYAMALANG.COM, - Kawasan Teluk yang digadang-gadang sebagai pusat masa depan teknologi kini mencekam setelah Pasukan Garda Revolusi Iran meluncurkan serangan drone ke pusat data Amazon Web Services (AWS) di Dubai dan Bahrain, Rabu (4/3/2026).

Serangan strategis ini menyasar infrastruktur "kilang minyak modern" yang dituding Iran menjadi tulang punggung intelijen militer AS dan Israel.

Insiden ini tidak hanya merusak fasilitas fisik dan mengganggu layanan cloud global, tetapi juga mengguncang kepercayaan investor terhadap ambisi kawasan Teluk sebagai pusat kecerdasan buatan (AI) dunia.

Serangan Iran ke Pusat Data Amazon

Pasukan Iran meluncurkan serangan drone terhadap unit cloud AWS yang berada di dua lokasi yakni Bahrain dan Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Di Bahrain, sebuah ledakan di dekat fasilitas pusat data tersebut dilaporkan mengakibatkan sejumlah kerusakan struktural.

Akibat serangan terhadap layanan cloud, AWS menghadapi beberapa kesulitan seperti pemadaman listrik dan kerusakan struktural, yang memaksa perusahaan untuk mematikan sebagian infrastrukturnya.

Baca juga: Bahlil: Stok BBM Nasional Aman, Harga Pertalite Tak Akan Naik Meski Konflik Iran-Israel Memanas

Amazon Web Services (AWS), divisi komputasi cloud Amazon, mengakui sebuah drone menghantam di dekat salah satu fasilitasnya di Bahrain.

“Serangan-serangan ini telah menyebabkan kerusakan struktural, mengganggu pasokan listrik ke infrastruktur kami, dan dalam beberapa kasus memerlukan pemadaman kebakaran yang mengakibatkan kerusakan air tambahan,” bunyi pernyataan AWS, dikutip dari CNN.

Serangan Iran terhadap unit komputasi awan tersebut mengakibatkan kerusakan yang lebih ringan, menurut pernyataan resmi perusahaan.

Amazon menyarankan pelanggannya yang bergantung pada layanan cloud yang terdampak untuk mencadangkan data mereka, karena pekerjaan pemulihan sedang berlangsung.

Alasan Iran Serang Pusat Data Amazon

Kantor Berita Fars, Rabu (4/3/2026), menjelaskan alasan Iran menyerang pusat data AWS. 

Menurut keterangan Fars, serangan itu dilakukan untuk mengidentifikasi bagaimana pusat data itu mendukung intelijen dan militer musuh-musuh Iran.

Serangan ke pusat data ini bukan acak, tetapi bersifat strategis.

Sudah menjadi klise data adalah minyak baru, dan jika data adalah minyak baru, maka pusat data adalah kilang minyaknya.

Iran menargetkan kilang minyak raksasa Saudi, Aramco, hanya beberapa hari sebelum menargetkan pusat data AWS di Teluk.

Baca juga: Perang Amerika-Israel Vs Iran Memanas, Akademisi UB Malang Sebut Posisi Indonesia Serba Dilematis

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved