Rabu, 13 Mei 2026

Nasib Warga Israel Niat Kabur dari Perang Malah 'Tercekik' Tarif Hotel hingga Rp30 Juta per Malam

Niat hati mencari tempat aman di Sinai, puluhan ribu warga Israel justru pusing oleh biaya evakuasi yang tak masuk akal, tarif hotel melonjak.

Tayang:
Tribunnews/Jeprima
PERANG IRAN ISRAEL - FOTO TIDAK TERKAIT PERISTIWA: Peserta mudik gratis program Serunya Mudik Bersama Member Alfamidi 2026 bersiap naik kedalam bus di TMII, Jakarta Timur, Selasa (17/3/2026). Gelombang warga Israel yang berupaya menyelamatkan diri dari eskalasi konflik dengan Iran kini menghadapi tembok finansial yang menjulang tinggi di wilayah Sinai, Mesir. 

Ringkasan Berita:
  • Eksodus besar-besaran warga Israel kini melintasi Semenanjung Sinai setelah banyak penerbangan internasional dihentikan akibat konflik Timur Tengah. 
  • Data terbaru mencatat sekitar 30.000 warga telah meninggalkan Israel melalui jalur darat.
  • Di Perbatasan Taba, biaya penyeberangan individu melonjak dua kali lipat.
  • Namun, yang paling mencolok adalah tarif akomodasi; sebuah laporan mengungkapkan di hotel tertentu, warga Israel dipatok harga hingga 1.900 dolar AS (sekitar Rp30 juta).

SURYAMALANG.COM, - Gelombang warga Israel yang berupaya menyelamatkan diri dari eskalasi konflik dengan Iran kini menghadapi tembok finansial yang menjulang tinggi di wilayah Sinai, Mesir.

Jalur darat melalui Perbatasan Taba yang menjadi tumpuan utama evakuasi, justru berubah menjadi beban baru bagi para pelintas yang terpaksa merogoh kocek lebih dalam.

Tak hanya persoalan keamanan yang belum stabil, ribuan pengungsi ini mengeluhkan dugaan diskriminasi harga hotel di kawasan wisata seperti Sharm el-Sheikh.

Baca juga: Langkah Darurat Krisis Energi Tahan Kenaikan Harga BBM, Pengamat Ekonomi: Harus Jadi Opsi Terakhir

Bayangkan saja, untuk layanan yang sama, warga yang lari dari wilayah konflik dilaporkan harus membayar tarif hingga empat kali lipat lebih mahal, atau mencapai Rp30 juta per malam, dibandingkan wisatawan mancanegara lainnya.

Jalur Sinai: Koridor Vital Evakuasi

Fenomena ini mencuat di tengah meningkatnya arus keluar warga Israel melalui jalur darat, khususnya via Semenanjung Sinai. Jalur ini menjadi alternatif utama setelah banyak penerbangan dihentikan akibat konflik.

Laporan dari media lokal, Israel Hayom menyebutkan pihak berwenang Mesir menaikkan biaya penyeberangan di Perbatasan Taba, yang menjadi titik keluar utama bagi warga Israel.

Baca juga: Susur Sungai Krecek Usai Banjir di Kota Batu, Lahan Hutan dan Kebun Apel Berubah Jadi Lahan Sayur

Biaya penyeberangan individu kini dipatok sekitar 120 dolar AS (sekitar Rp1,9 juta), naik dua kali lipat dari sebelumnya 60 dolar AS (sekitar Rp950 ribu).

Sementara itu, biaya untuk kendaraan melonjak dari 10 dolar menjadi 50 dolar AS (sekitar Rp790 ribu). 

Kenaikan ini memicu keluhan dari para pelintas yang memanfaatkan jalur tersebut sebagai rute evakuasi.

Menurut laporan tersebut, peningkatan biaya ini terjadi seiring melonjaknya jumlah warga Israel yang menggunakan perbatasan Taba hanya sebagai jalur transit, tanpa tinggal lebih lama di wilayah Mesir.

Dugaan Diskriminasi Harga Hotel

Selain biaya perbatasan, warga Israel juga mengeluhkan tarif hotel di kawasan wisata Sinai Selatan yang meningkat signifikan.

Destinasi populer seperti Sharm el-Sheikh disebut mengalami lonjakan harga, bahkan diduga berbeda khusus untuk wisatawan Israel.

Data dari platform pemesanan global seperti Booking.com menunjukkan adanya perbedaan harga untuk layanan yang sama.

Baca juga: Tragedi Satu Keluarga Asal Pasuruan di Pantura: Ayah dan Anak Tewas, Ibu Kritis, Dua Balita Selamat

Dalam beberapa kasus, tarif menginap untuk dua orang bisa mencapai 721 dolar AS (sekitar Rp11,3 juta) bagi warga Israel, sementara wisatawan asing lain hanya dikenakan sekitar 672 dolar AS (sekitar Rp10,6 juta).

Perbedaan lebih mencolok terjadi di hotel seperti Pickalbatros Aqua Blu, di mana tarif dilaporkan mencapai 1.900 dolar AS (sekitar Rp30 juta) bagi pelanggan Israel, dibandingkan sekitar 490 dolar AS (sekitar Rp7,7 juta) untuk pemesan dari luar wilayah konflik.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved