Usulan Anak Orang Kaya Dicoret dari Penerima MBG, Nanik S Deyang Segera Laporkan Data ke Prabowo
Pemerintah mengkaji ulang sasaran penerima MBG agar bantuan lebih tepat sasaran. Anak dari keluarga mampu berpotensi tidak masuk daftar penerima.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah membahas penyesuaian kriteria penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam pertemuan di Istana Negara.
- Salah satu usulan yang mengemuka adalah tidak lagi memberikan bantuan kepada anak dari keluarga mampu.
- Kepala BGN Nanik S Deyang menyebut Presiden Prabowo memberikan respons positif dan akan melanjutkan pembahasan berbasis data dan simulasi program.
SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Penyisiran ulang mulai dilakukan pemerintah terhadap kelompok penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini berjalan di berbagai daerah.
Fokus pembahasan mengarah pada efektivitas penyaluran agar bantuan tidak dinikmati oleh pihak yang dinilai tidak termasuk prioritas.
Hasil evaluasi ini nantinya akan menjadi bahan keputusan lanjutan di tingkat Presiden.
Usulan Evaluasi Penerima MBG:
Pembahasan terkait penyesuaian penerima MBG kembali mencuat dalam pertemuan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Salah satu poin yang dibahas adalah kemungkinan penyaringan ulang penerima bantuan, termasuk wacana tidak lagi memasukkan anak dari keluarga mampu dalam daftar penerima.
Nanik menjelaskan, pemerintah saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap kriteria penerima MBG agar program tersebut benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kelompok yang membutuhkan.
Baca juga: Dugaan SPPG di Jombang Terkait Eks Pejabat BGN Korupsi MBG, Berdiri Sebelum Kantongi ID Resmi
Salah satu opsi yang dibahas adalah membatasi penerima dari kalangan keluarga mampu atau orang kaya.
“Misalnya gini. Anaknya orang-orang kaya. Maksudnya yang mampu, yang kaya nanti tidak dapat lagi,” ujar Nanik usai pertemuan dengan Presiden Prabowo.
Menurut Nanik, Presiden Prabowo Subianto merespons positif gagasan tersebut. Ia menyebut kepala negara menyambut baik arah evaluasi yang bertujuan meningkatkan efektivitas program.
“Senang, senang banget,” ucap Nanik saat menjelaskan respons Presiden.
Meski begitu, Nanik menegaskan, pembahasan teknis terkait penyesuaian penerima MBG masih akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya.
Presiden Prabowo juga dijadwalkan kembali memanggil pihak BGN untuk membahas lebih rinci data serta simulasi efisiensi program.
“Ini kan belum. Besok dibahasnya. Katanya besok sore. Angkanya sudah tapi kan tak laporkan Presiden dulu,” ujarnya.
Sekilas Program MBG
Sebagai informasi, Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah dan kelompok rentan.
Program ini sejak awal menyasar peserta didik dari keluarga kurang mampu untuk menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan dan konsentrasi belajar.
Baca juga: Dapur MBG di Jatim Bakal Gelar Rapat, Bahas Penyerapan UMKM hingga Isu Suspend
| Pemprov Jatim Hemat BBM Rp 128 Juta dan Pemakaian Air Turun 11,86 Persen, Buah Adanya Kebijakan WFH |
|
|---|
| Kabupaten Malang Matangkan Persiapan untuk Pilkades Serentak 2027 Mendatang, Digelar di 310 Desa |
|
|---|
| Pertamax Mahal, Warga Bondowoso Ubah Gaya Hidup: Naik Sepeda Pancal 10 Km ke Tempat Kerja |
|
|---|
| Persela Lamongan Lanjutkan Kerja Sama dengan Bima Sakti, Siap Mengarungi Kompetisi Musim 2026/2027 |
|
|---|
| Polres Malang Selidiki Temuan Jasad Bayi Perempuan di Kebun Tebu Desa Gondanglegi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Usulan-Anak-Orang-Kaya-Dicoret-dari-Penerima-MBG-Nanik-S-Deyang-Segera-Laporkan-Data-ke-Prabowo.jpg)