Rabu, 13 Mei 2026

Ramadhan 2026

Daftar Sunnah Rasulullah SAW Selama Ramadhan 1447 H: Bagi Takjil hingga Banyak Istigfar

Ramadan 1447 H bukan sekadar menunda makan, tapi momen meneladani kemuliaan Nabi, dari manisnya berbagi takjil hingga khusyuknya istigfar.

Tayang:
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
SUNAH RAMADHAN 1447 H - Sejumlah pelajar SMA Alfa Centauri berbagi takjil kepada warga pengguna jalan di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025). Tak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, puasa yang berkualitas adalah puasa yang menghidupkan kebiasaan atau sunah Rasulullah SAW. 
Ringkasan Berita:
  • Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menyegerakan berbuka (takjil) dan mengakhirkan waktu sahur guna menjaga energi dan meraih keberkahan doa di waktu mustajab.
  • Memberi hidangan berbuka (bagi takjil) bagi orang lain menjadi cara utama meraih pahala berlipat ganda setara dengan orang yang berpuasa.
  • Menjaga lisan dari kata kotor dan amarah merupakan "perisai" agar pahala puasa tidak sia-sia.

SURYAMALANG.COM, - Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, umat Muslim mulai berlomba meraih kesempurnaan ibadah melalui beragam amalan.

Tak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, puasa yang berkualitas adalah puasa yang menghidupkan kebiasaan atau sunah Rasulullah SAW.

Mulai dari etika makan seperti menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur, hingga amalan lisan melalui istigfar di sepertiga malam.

Setiap sunah Nabi dirancang untuk memberikan keberkahan sekaligus kemudahan bagi umatnya.

Baca juga: Bacaan Surat Al-Kahfi dan Ad-Dukhan Amalan di Hari Jumat Ramadhan 1447 H, Penghapus Dosa

Sebagaimana ditegaskan oleh para ulama, menghidupkan sunah di bulan suci bukan hanya soal mengejar pahala, melainkan cara terbaik untuk menyempurnakan benteng spiritual kita.

Berikut daftar sunah Rasulullah SAW selama Ramadan 1447 H yang bisa dicontoh:

1.  Menyegerakan Berbuka dan Mengakhirkan Sahur

Menurut Wakil Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Dr Imam Makruf, Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa saat azan Magrib berkumandang.

Sementara, orang yang berpuasa dianjurkan menjalankan sahur saat mendekati waktu imsak.

"Amalan sunah yang dituntunkan Rasulullah SAW adalah mempercepat atau mensegerakan Takjil atau berbuka puasa, dan mengakhirkan dalam melakukan sahur," kata Imam dalam YouTube Tribunnews.com (grup suryamalang).

Baca juga: Doa Sapu Jagat di Bulan Ramadhan 1447 H: Rahasia Berkah Dunia dan Akhirat dalam Satu Tarikan Napas

Menurutnya, amalan sunah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW tersebut mempermudah orang yang berpuasa.

"Ini amalan yang mudah juga menyenangkan. Siapa yang tidak suka kalau berbuka lebih cepat? siapa yang tidak senang kalau sahur di akhir agar puasa kita lebih baik," ungkapnya.

Imam Makruf menambahkan, melakukan amalan sunah Insya'Allah menambah pahala di bulan Ramadhan.

"Ibadah di bulan Ramadhan begitu terbuka dan banyak yang bisa kita lakukan untuk menambah pahala. Amalan sunah bisa menyempurnakan dan tambahan keberkahan kita di bulan Ramadhan," jelasnya.

Keberkahan dalam Setiap Suapan Sahur

Rasulullah menganjurkan pada umatnya untuk mengakhirkan sahur, mendekati waktu Subuh dan menyegerakan berbuka atau segera membatalkan puasa apabila telah tiba waktunya.

Anjuran ini tertuang dalam sejumlah hadis, salah satunya hadis riwayat Ahmad yang berbunyi: “Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.”

Hadis lain yang menyebutkan, Nabi Muhammad Saw selalu menyegerakan berbuka adalah hadis dari Aisyah RA.

Baca juga: Bacaan Dzikir Setelah Sholat Subuh Ramadhan 1447 H: Amalan Penghapus Dosa dan Pelindung Api Neraka

“Aisyah radhiyallahu ‘anhu bertanya: “Siapa yang menyegerakan berbuka dan menyegerakan salat?” Kami menjawab: “Abdullah bin Mas’ud.” Ia berkata: “Demikian juga yang dilakukan Rasulullah Saw.” (HR Muslim)

Sementara itu, maksud dari mengakhirkan sahur Menurut Abu Bakar Al-Kalabadzi, yakni makan sahur di sepertiga malam terakhir.

“Nabi Saw pernah ditanya, ‘Malam apa yang paling didengar (doa)?’, ‘Sepertiga terakhir malam,’ tegas Nabi Saw. Dalam hadis lain, Nabi Saw berkata, ‘Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.’ Kemungkinan yang dimaksud mengakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Karena pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah Swt.” (Kitab Bahrul Fawaid)

2. Tidak Melewatkan Sahur

Selain menganjurkan untuk mengakhirkan sahur, Rasulullah Saw juga menganjurkan umatnya agar tidak melwatkan sahur.

Mengapa demikian? karena kata Rasul, di dalam sahur terdapat keberkahan dan Allah beserta malakait-malaikat-Nya berselawat kepada orang-orang yang tidak meninggalkan sahurnya, seperti yang dikatakan hadis berikut:

“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari Muslim)

“Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad)

Selain dua keutamaan di atas, sahur menjadi kegiatan penting dalam puasa Ramadan. Sebab, sahur menjadi pembeda antara puasa yang dijalankan umat Muslim dengan puasa yang dilakukan oleh umat agama lain.

“Dari Amru bin al-‘Ash, Rasulullah Saw bersabda, “Beda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim)

3. Sedikit Tidur, Banyak Istigfar

Selama bulan Ramadan, Rasulullah Saw mengurangi waktu tidurnya di malam hari dan memperbanyak beribadah, termasuk memohon ampunan kepada Allah atau beristigfar.

Hal ini disebutkan dalam Al-Quran ayat Az-Zariyat 17 dan 18.

“Mereka (orang-orang yang bertakwa) sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (QS Az-Zariyat: 17-18)

4. Menjaga Lisan

Selain ibadah-ibadah konkret, Nabi Muhammad Saw juga melakukan amalan yang tidak tampak oleh pandangan, yakni menjaga lisannya agar tidak mengeluarkan kata-kata tak pantas.

Namun memang pada dasarnya, Rasulullah Saw adalah makhluk yang mulia, sehingga apa pun yang dilakukan dan keluar dari lisannya, semua baik.

Hal ini tentu saja perlu dicontoh oleh umat Muslim, salah satu caranya dilatih dengan berpuasa.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Saw bersabda: 

“Allah Swt berfirman (Hadis Qudsi): Setiap amal anak cucu Adam adalah untuknya, kecuali puasa, itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya. Puasa itu perisai (benteng). Apabila kalian berpuasa maka janganlah berkata kotor dan bersuara keras (berteriak-teriak). Kalau ada yang mengajak bertengkar atau berdebat maka katakanlah: Aku sedang puasa.” (HR Bukhari 1904)

5. Berusaha Tidak Batal Puasa Meski Sedang Safar

Amalan sunah Rasulullah Saw di Bulan Ramadan selanjutnya yakni berusaha menyelesaikan ibadah puasa meski sedang dalam perjalanan jauh.

Hal ini tertuang dalam hadis riwayat Bukhari nomor 1943 yang berbunyi:

“Dari Aisyah radhiyallahu ‘anhu, Hamzah bin Amru al-Aslami bertanya pada Nabi Muhammad Saw: “Apakah sebaiknya aku berpuasa dalam safar?” Hamzah adalah seorang yang hobi berpuasa. Nabi Saw menjawab: “Kalau mau silakan berpuasa, kalau mau silakan tidak berpuasa”.”

6. Memperbanyak Sedekah

Di luar Bulan Ramadan, sedekah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan, karena sedekah membersihkan harta kita serta melembutkan hati.

Namun, di bulan Ramadan amalan sedekah menjadi lebih istimewa, karena akan dilipatgandakan.

Seperti halnya Rasulullah Saw yang tidak pernah melewatkan sedekah di Bulan Ramadan, seperti yang dikatakan hadis berikut:

“Yazid berkata: “Abu al-Khair, tak pernah satu hari pun berlalu melainkan dia pasti bersedekah, walaupun hanya sepotong kue atau sebutir bawang dan semisalnya.” (HR Ahmad)

7. Memperbanyak Doa

Memperbanyak doa di Bulan Ramadan menjadi salah satu amalan yang dianjurkan, sebab doa-doa orang yang berpuasa tidak akan didengar dan dikabulkan oleh Allah Swt.

“Tiga doa yang tidak akan ditolak, yaitu doa orang tua, doa orang berpuasa, dan doa musafir.” (HR Baihaqi)

8. Berbuka dengan Kurma

Rasulullah Saw selalu berbuka dengan kurma, apabila beliau memilikinya.

Kurma dipilih karena di masa dan tempat Rasulullah Saw tinggal, buah kurma sangat melimpah ruah.

“Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah Saw biasa berbuka dengan rutab (kurma muda/basah) sebelum salat Magrib. Kalau tidak ada rutab maka beliau berbuka dengan tamar (kurma kering). Kalau tidak ada maka beliau berbuka dengan minum beberapa teguk air.”

9. Memberi Takjil (Sajian Berbuka) bagi Orang yang Puasa

Rasulullah Saw kerap memberi hidangan berbuka bagi mereka yang berpuasa di Bulan Ramadan.

Amalan ini bisa membuat seseorang mendapat pahala, sama seperti orang yang berpuasa.

“Dari Zaid bin Khalid al-Juhani dia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Siapa yang membukakan (memberikan perbukaan) orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala puasanya tanpa mengurangi pahala orang itu sedikitpun.” (HR Tirimidzi 807).

(Tribun-Timur.com)

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved