Sabtu, 2 Mei 2026

Ramadhan 2026

Bacaan Dzahaba Dzoma'u Wabtallatil Doa Buka Puasa yang Dibaca Rasulullah SAW dengan Tulisan Latin

Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil adalah doa yang dibaca Nabi Muhammad SAW ketika berbuka puasa.

Tayang:
Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Canva.com
BUKA PUASA RAMADAN 2026 - Ilustrasi megahnya bangunan di dalam masjid menggambarkan tempat ibadah yang hangat di bulan Ramadan 2026. Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil adalah doa yang dibaca Nabi Muhammad SAW ketika berbuka puasa. 

Ringkasan Berita:
  • Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil adalah doa yang dibaca Nabi Muhammad SAW ketika berbuka puasa. 
  • Doa ini mengandung makna syukur atas hilangnya rasa haus dan datangnya pahala dari Allah SWT

 

SURYAMALANG.COM -  Doa buka puasa Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil menjadi salah satu amalan yang dibaca Rasulullah SAW saat Ramadhan.

Bacaan doa ini diriwayatkan dalam hadis Abu Dawud dan dapat diamalkan umat Islam hingga kini.

Doa tersebut tersedia dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahan agar mudah dipahami.

Dengan doa ini, berbuka puasa semakin bermakna dan penuh keberkahan.

Berikut doa Dzahaba yang diriwayatkan dalam hadis [HR. Abu Dawud].

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

"Dzahabadh dzoma'u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah"

Artinya, "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insyaallah."

Riwayat dalam hadis disebutkan tentang kebiasaan Rasulullah SAW membaca doa Dzahaba:

“Dari Ibnu Umar r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Apabila Rasulullah saw berbuka, beliau berdoa: Dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah [Hilanglah rasa haus dan basahlah uraturat (badan) dan insya Allah mendapatkan pahala]” [HR. Abu Dawud].

Ajaran Rasulullah saat Berbuka

Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan umatnya untuk menghindari kelebihan saat berbuka puasa atau iftar.

Dalam beberapa riwayat disebutkan beliau hanya makan tiga buah kurma saat berbuka. 

Hal ini dilakukan untuk memastikan umat memiliki energi yang cukup untuk melaksanakan ibadah malam tanpa berlebihan.

"Tiada tempat terburuk yang dipenuhi isinya oleh manusia, kecuali perutnya karena sebenarnya cukup baginya beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Kalaupun ia ingin makan, hendaknya ia atur dengan cara sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk napasnya." (HR Tirmidzi).

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved