Kamis, 14 Mei 2026

Ramadhan 2026

6 Lirik Sholawat Lailatul Qadar Kumpulan Bacaan di Malam 1000 Bulan Saat Ramadhan 2026

Membaca sholawat menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat iman saat malam LailatulQadar Ramadhan 2026.

Tayang:
Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Tribunnews/Herudin
LIRIK SHOLAWAT - Foto Arsip - Jamaah membaca Al Quran saat malam Itikaf di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dzikir, dan membaca sholawat di sepuluh malam terakhir Ramadhan. 

Ringkasan Berita:
  •  Ramadhan 2026 menghadirkan kesempatan besar bagi umat Islam untuk meraih pahala berlipat ganda di malam Lailatul Qadar
  • Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini dianjurkan untuk diisi dengan sholat, doa, dzikir, dan bacaan sholawat. 
  • Membaca sholawat menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat iman. 

 

SURYAMALANG.COM - Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang turun di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan termasuk membaca sholawat sebagai bentuk ibadah.

 Sholawat Lailatul Qadar diyakini membawa ketenangan hati dan keberkahan hidup.

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3), dan dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti sholat, doa, dzikir, dan membaca Al-Quran. 

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Saw) beri'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan dia bersabda, yang artinya: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon" " (HR: Bukhari dan Muslim). 

Tidak ada perintah khusus membaca sholawat pada malam Lailatul Qadar, namun bersholawat memiliki banyak keutamaan dan bisa menjadi salah satu bentuk ibadah saat malam Lailatul Qadar.

Berikut enam lirik sholawat Lailatul Qadar yang bisa diamalkan di bulan Ramadhan 2026.

1. Sholawat Ibrahimiyah 

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وعلى آلِ إبْراهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما بَاركْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آل إبراهيم في العالَمِينَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ   

Allahumma shalli 'ala muhammad wa 'ala ali muhammad kama shallaita 'ala ibrahim wa 'ala ali ibrahim wa baarik 'ala muhammad wa 'ala ali muhammad kama baarakta 'ala ibrahim wa 'ala ali ibrahim fil 'alamiina innaka hamiidun majiid 

Artinya, “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.” 

2. Sholawat Munjiyat

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ ، مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ

Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw yang melaluinya Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan membahayakan, dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan semua hajat kami dan membersihkan semua keburukan kami, mengangkat kami pada derajat tertinggi, menyampaikan kami pada puncak tujuan, dari semua kebaikan di waktu hidup dan sesudah mati."

3. Sholawat Farah

Sholawat Farah juga dikenal dengan nama shalawat an-Nukmai.

Hal ini karena sholawat ini disusun pertama kali oleh ulama bernama Syekh Abu Abdullah an-Nu’man.

اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلَّذِيْ مَلَأْتَ قَلْبَهُ مِنْ جَلَالِكَ، وَعَيْنَهُ مِنْ جَمَالِكَ، فَأَصْبَحَ فَرَحَا مُؤَيَّدًا مَنْصُوْرًا، وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

Allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammadinil ladzi mala’ta qalbahu min jalalika wa ‘ainahu min jamalika fa ashbaha farahan muayyadan manshuran, wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallim tasliman katsiran 

Artinya, “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad, yang telah Engkau penuhi hatinya dengan keagungan-Mu, dan Engkau penuhi matanya dengan keindahan-Mu sehingga beliau menjadi bahagia, dikuatkan, dan dibantu. Limpahkan pula rahmat kepada keluarga dan para sahabat beliau. Berilah mereka semua keselamatan yang berlimpah.”

4. Sholawat Asyghil

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَأَشْغِلِ الظَّالِمِينَ بِالظَّالِمِينَ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَأَشْغِلِ الظَّالِمِينَ بِالظَّالِمِينَ

وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِينَ وَعلَى الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِين

Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad, wa asyghilizh zholimin bidz zholimin

Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad, wa asyghilizh zholimin bidz zholimin

Wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in

Artinya, “Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang dzalim agar mendapat kejahatan dari orang dzalim lainnya, selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan berilanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.

5. Sholawat Rifa'iyah

Sholawat Rifa'iyah dikenal juga dengan sebutan shalawat Ikhlas:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ وَخَلِيْلِكَ وَحَبِيْبِكَ صَلَاةً أَرْقَى بِهَا مَرَاقِي الْإِخْلَاصِ وَأَنَالُ بِهَا غَايَةَ الْاِخْتِصَاصِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا عَدَدَ مَا أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ وَأَحْصَاهُ كِتَابُكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ الْغَافِلُوْنَ   

Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ muḫammadin ‘abdika wa rasûlika wa khalîlika wa ḫabîbika shalâtan arqâ bihâ marâqil ikhlâshi wa anâlu bihâ ghâyatal ikhtishâsi wa sallim taslîman ‘adada mâ aḫatha bihi ‘ilmuka wa aḫshâhu kitâbuka kullama dzakarakadz dzâkirûna wa ghafala ‘an dzikrihil-ghâfilûna 

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved