Arema FC
Alasan Marcos Santos Tak Pakai Penyerang Murni Saat Lawan Malut United
Marcos Santos, membuat kejutan dengan tidak menurunkan striker murni saat menghadapi Malut United di Stadion Kanjuruhan, Jumat (3/4/2026).
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Frida Anjani
Ringkasan Berita:
- Arema FC tampil dengan strategi berbeda saat menjamu Malut United di lanjutan Super League 2025-2026.
- Pelatih Marcos Santos sengaja tidak menurunkan penyerang murni dan memainkan Gustavo Franca sebagai ujung tombak.
- Menurutnya, taktik ini dipilih agar tim lebih cepat dan fleksibel menghadapi pertahanan lawan.
- Hasilnya, Franca mampu menciptakan peluang berbahaya dan menjadi pemain terbaik dalam laga tersebut.
SURYAMALANG.COM, MALANG - Pelatih Arema FC Marcos Santos membuat strategi yang cukup mengejutkan saat menghadapi Malut United di lanjutan kompetisi Super League 2025-2026 pada Jumat (3/4/2026).
Ia menerapkan strategi dengan tidak menggunakan striker murni dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang itu.
Dalam laga tersebut, Arema FC menggunakan formasi 5-4-1.
Gustavo Franca yang kerap bermain sebagai gelandang serang dimainkan seorang diri di depan sebagai penyerang lubang.
Hal tersebut bukan tanpa alasan. Marcos Santos memang sengaja memasang Gustavo Franca di lini depan bukan sebagai pemain di nomor sembilan atau penyerang murni.
Namun sebagai bagian taktik dalam mengecoh lini pertahanan Malut United yang dikenal cukup kokoh.
"Dia (Franca) tidak bermain sebagai penyerang tengah, dia bermain sebagai gelandang. Itu adalah masalah taktik dalam melihat permainan, penempatan posisi di mana dia bermain di belakang gelandang lawan, jadi dia bukan penyerang tengah," ucapnya Marcos Seusai pertandingan.
Baca juga: Nostalgia Arthur Cunha ke Kanjuruhan, Rindu Atmosfer Aremania dan Saksikan Arema FC Vs Malut United
Meskipun didapuk seorang diri di lini depan, namun Gustavo Franca mampu menunjukkan penampilan gemilang di laga ini.
Ia kerap menciptakan peluang, melalui akurasi sepakannya dan penempatan posisi yang cukup baik di depan gawang lawan.
Bahkan, hasil sepak pojok dari mantan pemain Persija Jakarta itu turut berkontribusi pada satu gol Arema FC yang diciptakan dalam pertandingan tersebut.
Untuk itu, pemain berusia 27 tahun itu didapuk sebagai pemain terbaik dalam laga Arema FC Vs Malut United.
"Hari ini kami memutuskan untuk bermain tanpa penyerang tengah karena kami membutuhkan tim yang lebih cepat, dengan mobilitas yang lebih besar karena lini pertahanan mereka yang sangat kuat," ujar Marcos.
Dalam pertandingan tersebut, Arema FC menerapkan strategi yang terorganisir di lini pertahanan dengan serangan balik cepat.
Strategi tersebut mampu menciptakan beberapa peluang emas meskipun tidak berbuah gol.
| Nostalgia Arthur Cunha ke Kanjuruhan, Rindu Atmosfer Aremania dan Saksikan Arema FC Vs Malut United |
|
|---|
| Arema FC Ditahan Imbang Malut United 1-1 di Kanjuruhan, Marcos Santos Soroti Penalti David da Silva |
|
|---|
| Arema FC Ditahan Imbang Malut United 1-1 di Stadion Kanjuruhan |
|
|---|
| Skor Arema FC Vs Malut United Babak Pertama 1-1, David da Silva Cetak Gol Berkat Hadiah Penalti |
|
|---|
| Susunan Pemain Arema FC Vs Malut United di Kanjuruhan, Singo Edan Hanya Turunkan 3 Pemain Asing |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Berita-Arema-FC-Hari-Ini-Populer-Marcos-Santos-Masih-Aman-di-Tengah-Badai-Pemecatan-10-Pelatih.jpg)