Senin, 1 Juni 2026

Madura United

Rakhmat Basuki Kejar Lisensi Pro demi Madura United, Presiden Klub Siap Pagari 5 Pemain Asing

Sukses menyulap Madura United jadi pembunuh raksasa dan lolos degradasi, pelatih karteker Rakhmat Basuki tancap gas kejar Lisensi Pro.

Tayang:
Instagram @maduraunited.fc
PELATIH MADURA UNITED - Pelatih karteker, Rakhmat Basuki dalam postingan foto yang dibagikan Instagram klub pada Sabtu (2/5/2026). Manajemen Madura United bergerak cepat menyongsong musim baru setelah berhasil lolos dari jerat degradasi Super League 2025/2026. Rakhmat Basuki bersiap mengambil kursus Lisensi Pro bulan depan demi mematenkan statusnya sebagai pelatih kepala. 

Ringkasan Berita:
  • Pelatih karteker Madura United, Rakhmat Basuki, sukses menjadi juru selamat tim dari jurang degradasi di kompetisi Super League 2025/2026. 
  • Di bawah asuhannya dalam 9 laga, Laskar Sape Kerrab berhasil memenangi 5 pertandingan, termasuk menumbangkan tim-tim besar seperti Persebaya, PSM Makassar, dan Bali United. 
  • Meski bertangan dingin, sosok yang sudah 10 tahun mengabdi di Madura United ini belum bisa menjadi pelatih kepala permanen karena terbentur regulasi lisensi AFC A Pro.

SURYAMALANG.COM, MADURA - Manajemen Madura United bergerak cepat menyongsong musim baru setelah berhasil lolos dari jerat degradasi Super League 2025/2026.

Pelatih karteker, Rakhmat Basuki bersiap mengambil kursus Lisensi Pro bulan depan demi mematenkan statusnya sebagai pelatih kepala.

Di sisi lain, Presiden Klub Achsanul Qosasi juga membocorkan rencana besar tim yang siap memagari lima pemain asing andalan mereka lewat kontrak jangka panjang.

Juru Selamat Asli Pulau Garam

Rakhmat Basuki sukses menjadi juru selamat Madura United dari jurang degradasi di kompetisi Super League 2025/2026, meski statusnya hanya sebagai pelatih karteker.

Di bawah tangan dingin pelatih lokal tersebut, Madura United disulap menjadi tim tangguh memasuki akhir kompetisi.

Dari total sembilan laga di bawah kepemimpinannya, Laskar Sape Kerrab berhasil memenangi 5 pertandingan, sementara 4 laga sisanya menelan kekalahan.

Baca juga: Sihir Terakhir Valdeci untuk Arema FC, Selebrasi Gol ala Messi Sebelum Pamit Tinggalkan Singo Edan

Menariknya, tiga kemenangan di antaranya didapat Madura United saat bersua tim-tim kuat seperti Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan Bali United.

Kejelian taktik ini lahir, karena Rakhmat Basuki sudah mengabdi selama 10 tahun di Madura United.

Rakhmat menghabiskan enam tahun di tim akademi, dan empat tahun terakhir mulai fokus membantu tim senior sebagai asisten pelatih.

Terganjal Regulasi dan Misi Cetak Sejarah

Sayangnya, meski terbukti ampuh menakhodai tim, Rakhmat Basuki tidak bisa langsung menjadi pelatih kepala secara permanen di kompetisi tertinggi Indonesia. Langkahnya terganjal oleh regulasi lisensi pelatih.

Operator kompetisi mewajibkan pelatih kepala di Super League mengantongi lisensi AFC A Pro, yang merupakan tingkat akreditasi tertinggi dari AFC.

Sementara itu, lisensi yang dimiliki Rakhmat Basuki saat ini masih berada satu tingkat di bawahnya.

"Yang jelas untuk bisa naik ke level sebagai pelatih kepala, keinginan itu ada. Cuma saya harus lebih berani memantaskan diri," kata Rakhmat Basuki.

"Insya'Allah bulan depan saya sudah mulai mengikuti kursus Pro License di Indonesia," tambahnya.

Baca juga: Respons Tegas Bernardo Tavares: Pertama Kali Pemain Persebaya Tak Dipanggil Timnas di FIFA Matchday

Rakhmat berharap mendapat dukungan dari semua pihak, tidak hanya dari keluarga besar Madura United, tetapi juga dari masyarakat Madura secara umum.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved