Malang Raya

Ada Perpustakaan Gazebo di Kampung Budaya Polowijen Kota Malang,

Pegiat Kampung Budaya Polowijen berhasil mengumpulkan 1.135 buku selama dua pekan gerakan donasi buku dilakukan.

Ada Perpustakaan Gazebo di Kampung Budaya Polowijen Kota Malang,
Suryamalang.com/Sri Wahyunik
Wakil Wali Kota Malang Sutiaji melihat kondisi kampong budaya di Kota Malang 

SURYAMALANG.com, MALANG - Pegiat Kampung Budaya Polowijen berhasil mengumpulkan 1.135 buku selama dua pekan gerakan donasi buku dilakukan.

Kini lebih dari seribu buku itu menempati sebuah perpustakaan mungil di Kampung Budaya Polowijen Kecamatan Blimbing.

Perpustakaan ini terbilang unik karena menempati sebuah gazebo di atas saluran irigasi. Gazebo perpustakaan ini diresmikan oleh Wakil Wali Kota Malang Sutiaji, Sabtu (10/6/2017).

Menurut penggagas Kampung Budaya Polowijen, Isa Anshori, ribuan buku itu merupakan donasi dari sejumlah pihak, antara lain dari Universitas Widyagama Malang dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Komisariat Malang.

"Gazebo untuk perpustakaan juga sumbangan dari UWG," ujar Isa usai peresmian perpustakaan itu.

Gerakan donasi buku memang dibuat secara terbuka. Karenanya, semua orang bisa menyumbang. Hal ini membuat buku yang datang beranekaragam genre-nya.

"Masih ada yang kurang untuk buku anak-anak. nanti ke depan, kami akan lebih spesifikasi. Perpustakaan ini nantinya akan dikelola bersama, dengan sejumlah kegiatan belajar yang dijadwal dan melibatkan anak-anak sini," ujar Isa.

Ribuan buku itu sudah diklasifikasi, berdasarkan kelompok pembaca juga keilmuan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sutiaji mengapresiasi tumbuhnya perpustakaan itu. Ia berharap perpustakaan mandiri dari warga terus tumbuh di Kota Malang.

"Supaya membaca menjadi tradisi di masyarakat kita, tidak hanya tradisi melihat dan bicara. Saat ini sebenarnya orang banyak membaca tetapi membacanya WA dan SMS bukan buku," tegas Sutiaji.

Katanya, Membaca menghindarkan orang dari kepikunan dan menambah wawasan.

"Dengan membaca akan muncul ide-ide kreatif, termasuk ide-ide keberadaan Kampung Tematik," tegasnya. (*)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved