SuryaMalang/

Malang Raya

Wisata ke Pulau Sempu Adalah Ilegal, Karena Cagar Alam Hanya untuk Pendidikan dan Penelitian

"Padahal aktivitas wisata ke tempat itu ilegal. Karena cagar alam itu hanya untuk pendidikan dan penelitian, bukan untuk wisata," tegas Chadijjah.

Wisata ke Pulau Sempu Adalah Ilegal, Karena Cagar Alam Hanya untuk Pendidikan dan Penelitian
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Segara Anak di Pulau Sempu, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memang mempertimbangkan penurunan status Cagar Alam (CA) Pulau Sempu. Hal ini terlihat dari adanya kegiatan kajian dari Tim Evaluasi Kesesuaian Fungsi (EKF) KLHK.

Hingga saat ini belum ada hasil dari kajian EKF tersebut. Tim EKF menyebut kajian itu untuk mengetahui kondisi terkini CA Sempu, untuk kemudian dianalisa apakah fungsinya masih sesuai dengan statusnya, ataukah diperlukan perubahan status kawasan sesuai dengan fungsi peruntukan.

Tim EKF sudah bekerja sejak awal tahun 2017 setelah dibentuk oleh Menteri LHK. Tim ini bekerja berdasarkan surat keputusan menteri. Rabu (13/9/2017) Tim EKF melakukan sosialisasi pengelolaan kawasan konservasi CA Pulau Sempu kepada sejumlah elemen di Hotel Harris Kota Malang.

Sosialisasi disampaikan kepada perangkat Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang, sejumlah aparat keamanan, aktivis lingkungan, juga dari tim EKF dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur. Pulau Sempu berada di Dusun Sendangbiru Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang.

"Kami bekerja sejak adanya SK dari menteri. Sejak awal 2017 setelah tim terbentuk. Tim ini bekerja untuk mengevaluasi kesesuaian fungsi di Cagar Alam Pulau Sempu. Kami mencari data di lapangan, pemetaan, dan pengumpulan informasi dari sejumlah pihak," ujar Ketua Tim EKF, Siti Chadijjah Kaniawati.

Chadijjah tidak mau menyebut adanya penurunan status CA Sempu. Sementara itu saat ini sudah tersiar adanya proses penurunan status CA Pulau Sempu menjadi Taman WIsata Alam (TWA).

"Belum sampai ke situ, karena saat ini sedang evaluasi kesesuaian fungsi. Tujuannya tetap untuk konservasi, jadi tetap untuk pengelolaan konservasinya," tegasnya.

Meski perempuan berjilbab ini tidak mau menyebut secara tegas tentang penurunan status itu, ia mengakui evaluasi itu dilakukan berdasarkan permintaan. Permintaan ini dari Balai Besar (BB) KSDA Jatim tahun 2014. Permintaan itu merupakan hasil dari rekomendasi workshop penguatan kawasan Sempu di tahun 2014.

Permintaan itu juga berdasarkan surat dari Kepala Desa Tambakrejo 2015 Sudarsono. Saat ini Sudarsono tidak lagi menjabat sebagai kepala desa, tetapi ia termasuk dalam Tim EKF yang mewakili masyarakat. Surat permohonan itu diajukan kepada Bupati Malang 20 Januari 2015. Permohonan itu adalah perubahan cagar alam menjadi kawasan wisata alam terbatas.

Dalam paparan Chadijjah di hadapan peserta sosialisasi, ada hasil lapangan sementara EKF. Hasilnya adalah kondisi vegetasi baik, ekosistem unik dan tertutup membuat kawasan setempat mampu memulihkan diri secara alami, keanekaragaman tumbuhan dan satwa liar cukup tinggi, ada indikasi perubahan satwa liar, adanya kerusakan permukaan tanah di lokasi jalur Teluk Semut - Segara Anakan, serta terdapat pemanfaatan wisata.

"Padahal aktivitas wisata ke tempat itu ilegal. Karena cagar alam itu hanya untuk pendidikan dan penelitian, bukan untuk wisata," tegas Chadijjah.

Adanya aktivitas wisata itu membuat jalur menuju Segara Anakan dari Teluk Semut rusak dan dipenuhi sampah. Ia mengakui selama ini ada kunjungan wisata ke tempat itu, meskipun itu kegiatan ilegal.

Chadijjah menegaskan hasil dari kajian EKF itu nantinya dilaporkan ke Menteri LHK. Hasil dari pelaporan itu bisa menghasilkan dua hal yakni Pemulihan Ekosistem (PE) dan perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan.

Perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan ini nantinya yang mengarah ke perubahan status dari CA ke status dan fungsi di bawahnya. Status di bawah CA ada suaka margasatwa (SM), taman nasional (TN), dan taman wisata alam (TWA).

Saat ini Pulau Sempu, seluas 877 hektare, berstatus sebagai CA. Pulau ini berada di tengah laut di seberang selat Sendang Biru. Pulau ini menjadi benteng alam daratan dan selat dari gempuran laut selatan. CA Sempu juga menjadi laboratorium alam di Pulau Jawa. Saat ini hanya tersisa Sempu yang berstatus CA di pesisir selatan Jawa.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help