Islam

Ikrimah bin Abu Jahal, Buron Hukuman Mati yang Dimaafkan Nabi Muhammad

Ikrimah bin Abu Jahal. Orang yang paling membenci Islam berbalik arah lewat samudera maaf dan kasih sayang.

Ikrimah bin Abu Jahal, Buron Hukuman Mati yang Dimaafkan Nabi Muhammad
videoblocks
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM - Jika ditanya siapa musuh bebuyutan Islam pada zaman Rasulullah, nama yang segera muncul biasanya adalah Abu Jahal.

Ia disebut-sebut sebagai “Fir’aun”-nya umat di masa dakwah Islam pertama. Namun, sebetulnya ada yang level permusuhannya terhadap Islam melebihi Abu Jahal, yakni putranya Ikrimah bin Abu Jahal.

Karena kezaliman dan kekejamannya yang luar biasa kepada kaum muslimin, sampai-sampai muncul pengumuman di kalangan umat Islam untuk menjatuhkan hukuman mati kepada Ikrimah. Darah permusuhan Abu Jahal mewaris dengan baik kepadanya, ditambah dendam kusumat yang membara setelah kematian sang ayah.

Amânî Zakariyya ar-Ramâdî dalam kitab Akhlâqun Nabiyy Shallallahu ‘alaihi wa Sallam fil Harb menceritakan bahwa di perang Khandamah Ikrimah berduel dengan Khalid bin Walid, prajurit Muslim yang terkenal tangguh. Ikrimah berhasil dipukul mundur, hingga lari keluar kota Makkah untuk menyelamatkan diri. Ia sedang berusaha menuju Yaman dengan mengendarai kapal.

Ikrimah bin Abu Jahal pun resmi menjadi buron. Dalam konteks momen Fathu Makkah (pembebasan kota Makkah) yang menjadi puncak kekuasaan Islam zaman itu, situasi tersebut tak hanya kian memojokkan dirinya, tapi juga membuat keluarga Ikrimah sangat cemas. Istrinya, Ummu Hakim binti al-Harits bin Hasyim, yang sudah masuk Islam lebih dulu betul-betul khawatir memikirkan nasib sang suami yang bisa kapan saja dan di mana saja terbunuh karena status buronan hukuman mati.

Dalam kondisi genting itu, Ummu Hakim memberanikan diri berangkat ke bukit Shafa bersama penduduk Makkah lain yang sudah masuk Islam. Di sana ia menghadap Rasulullah dan memohon grasi atau pengampunan atas kesalahan suaminya selama ini. Ummu Hakim berharap Ikrimah dapat kembali ke Makkah dalam kondisi aman sebagaimana Shafwan bin Umayyah.

Konteks Ikrimah sebenarnya berbeda dari Shafwan. Sebab, Ikrimah bukan saja terkenal bengis menganiaya umat Islam tapi juga masih terus melakukan perlawanan meskipun sudah Fathu Makkah. Rasulullah menjamin keamanan seluruh warga termasuk yang semula memusuhinya, kecuali bagi mereka yang masih hendak memberontak. Maka status sebagai buron pun disematkan kepada Ikrimah.

“Ikrimah telah kabur darimu menuju Yaman karena takut dibunuh, wahai Rasulullah. Mohon kiranya engkau jamin keamanannya,” pinta Ummu Hakim.

Dengan ringan Nabi menjawab, “Dia aman.”

Raslullah tak menyinggung soal darah ikrimah yang halal karena jadi bunonan hukuman mati, tidak pula membahas masa lalu Ikrimah yang membunuh dan menganiaya umat Islam. Beliau menatap ke depan, melihat sebuah perubahan keadaan lebih baik bakal datang.

Halaman
12
Tags
Islam
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help