Malang Raya
Soal Melambungnya Harga Telur Ayam, DPRD Kabupaten Malang Menduga Ada Permainan
Ini setelah harga telur ayam di pasaran mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir tanpa diketahui penyebab utamanya.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - DPRD Kabupaten Malang menduga adanya permainan harga telur di pasaran. Ini setelah harga telur ayam di pasaran mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir tanpa diketahui penyebab utamanya.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang, Kusmantoro Widodo mengatakan, adanya ketergantungan distribusi telur dari pihak ketiga ke pasar diduga menjadi penyebab harga telur melambung.
Padahal, seharusnya dari pengepul besar telur di peternakan bisa langsung dikirim ke pasar, namun saat ini terlebih dahulu didistribusikan ke pihak ketiga baru didistribusi ke pasar.
"Tentunya jalur distribusi telur ayam dari peternakan yang harus melewati pihak ketiga itu menjadi pemicu melambungnya harga telur ayam saat ini," kata Kusmantoro Widodo, Senin (16/7/2018).
Dijelaskan Kusmantoro Widodo, sebenarnya dengan melihat usaha peternakan ayam petelur di Kabupaten Malang melambungnya harga telur saat ini tidak perlu terjadi.
Ini dikarenakan stok telur dari peternak sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan, produksi telur ayam dari peternak di Kabupaten Malang juga bisa untuk memenuhi kebutuhan daerah lain.
"Untuk itu, kami mengharapkan pihak terkait melakukan antisipasi atas melambungnya harga telur," ujar Kusmantoro Widodo.
Memang, diakui Kusmantoro Widido, di Kabupaten Malang sudah terbentuk tim pengawas pangan. Hanya saja, komoditas telur ayam tidak masuk dalam sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako).
Untuk itu, tim satgas pangan tidak dapat melakukan pengawasan dan penindakan bila diketahui ada penimbunan telur ayam.
"Akan tetapi, kalau tim satgas pangan turun tangan ikut mengawasi komoditi telur tentunya itu sangat baik. Dan kami berharap peternak ayam petelur tidak khawatir tapi justru harus lebih bersemangat untuk terus memproduksi telur ayam," tutur Kusmantoro Widodo.
Seperti diketahui, dalam waktu sepekan, harga telur di pasar besar Kepanjen mencapai angka Rp 26 ribu per kilogram. Kenaikan harga telur itu terjadi secara bertahap setiap hari.