Malang Raya

Inovasi Faster Frover Bantu Petani Buah Kampung Inggris Kediri

Panen buah di salah satu kelompok tani jambu biji di Kampung Inggris, Kabupaten Kediri, Jawa Timur kurang maksimal karena buah menjadi busuk

Inovasi Faster Frover Bantu Petani Buah Kampung Inggris Kediri
IST
Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membuat inovasi teknologi faster frover bagi petani jambu biji di Kampung Inggris, Kabupaten Kediri. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Panen buah di salah satu kelompok tani jambu biji di Kampung Inggris, Kabupaten Kediri, Jawa Timur kurang maksimal karena buah menjadi busuk.

Hal ini karena ada buah yang tidak sempat dibungkus oleh plastik keburu kena hama.

Sementara kemampuan membungkus plastik hanya 1000 buah/hari/orang saat buah berusia dua minggu.

Sehingga saat panen, kelompok tani yang dipimpin Abu Thoyib mengalami kerugian 5 ton selama tiga kali panen karena buah busuk.

Dengan total lahan 3562,5 meter persegi, bisa menghasilkan 21 ton selama tiga kali panen dari 522 pohon jambu biji. Berangkat dari masalah ini, mahasiswa FMIPA dan Fakuktas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang mencarikan penyelesaiannya.

Mereka adalah mahasiswa FMIPA M Rikza Maulana, Satrio Wiradinata Riady Boer, Adin Okta Triqadafi, Venny Seftiani dan Firdausi, mahasiswa Fakultas Pertanian dengan bimbingan dosen Zubaidah Ningsih AS SSi MPhil membuat Faster Frover.

Ini sebuah inovasi teknologi berbasis digital Fast Wrapper and Positioning Marker Fruit Cover.

"Alat ini ditujukan untuk memudahkan para petani buah untuk melakukan pembungkusan buah dengan plastik ketika buah masih berumur dua pekan," jelas Rikza pada SURYAMALANG.COM, Rabu (18/7/2018).

Dengan teknologi ini, maka petani bisa membungkus 500 buah lebih banyak per hari. Sehingga buah busuk lebih bisa diminimalisir untuk menghasilkan keuntungan.

Alat ini memiliki sistem pengunci yang digunakan untuk mengunci plastik agar kuat ketika diaplikasikan pada buah.

Selain sistem pengunci, alat ini juga dilengkapi dengan GPS sehingga dapat mencatat waktu dan lokasi
pemasangan plastik ketika pembungkusan.

Sehingga memudahkan petani mengetahui kematangan dan lokasi buah siap panen.

Dengan smartphone, petani tak perlu turun ke lahan melihat pohonnya namun lewat aplikasi.

Karena ada peningkatan pada jumlah buah yang dibungkus, maka terjadi keuntungan meningkat 58 persen selama tiga kali panen.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help