Malang Raya

Kesibukan Jadi Caleg Tidak Boleh Abaikan Tugas Melayani Rakyat

Anggota DPRD Kabupaten Malang yang maju Calon Legislatif (Caleg) 2019 diharap tetap profesional.

Kesibukan Jadi Caleg Tidak Boleh Abaikan Tugas Melayani Rakyat
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Koordinator ProDesa Kabupaten Malang, Khusaeri 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Anggota DPRD Kabupaten Malang yang maju Calon Legislatif (Caleg) 2019 diharap tetap profesional. Mereka harus tetap menjalankan tugas sehari-hari sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang ditengah kesibukan sebagai Caleg.

Koordinator ProDesa Kabupaten Malang, Khusaeri mengatakan, saat ini pihaknya melihat sejumlah agenda penting yang harus segera diselesaikan DPRD Kabupaten Malang. Diantaranya pembahasan dan pengesahan sejumlah Peraturan Daerah (Perda), Perubahan APBD 2018, penyusunan APBD 2019, dan sebagainya.

Uuntuk PAPBD 2018 sendiri yang seharusnya dibahas bulan Juni kenyataanya hingga bulan Juli belum ada pembahasan. Padahal apabila PAPBD 2018 terlambat disahkan sama artinya program pembangunan di Kabupaten Malang tidak berjalan dalam waktu semestinya.

"Kalau sudah begitu tentu rakyat Kabupaten Malang yang dirugikan. Hasil pembangunan menjadi tidak bisa dinikmati karena anggota DPRD sibut maju caleg 2019," kata Khusaeri, Rabu (18/7/2018).

Dijelaskan Khusaeri, sebenarnya anggota DPRD tidak boleh meninggalkan tugas pada saat jam kerja untuk mengurusi kepentingan Partai Politik. Ini dikarenakan gaji anggota DPRD selalu diterimakan 100 persen.

Dengan demikian, seorang anggota DPRD baru boleh menjalankan tugas Parpol diluar jam kerja sebagai anggota DPRD pada malam hari. Kalaupun pada siang hari ada jam kerja yang digunakan untuk kepentingan Parpol maka seharusnya diganti dengan jam kerja yang terpotong untuk Parpol di lain waktu.

"Maka dari itu, anggota legislatif bila tidak mau dipotong gajinya harus bekerja sesuai jam kerjanya menjalankan amanat rakyat, tidak boleh seenaknya mengorbankan kepentingan rakyat," tandas Khusaeri.

Memang, diakui Khusaeri, pihaknya mengkhawatirkan akan banyak kepentingan rakyat di DPRD Kabupaten Malang yang bakal terabaikan. Ini bila melihat dari tahapan Pileg 2019 yang kini mulai berjalan. Dan nantinya setelah proses pendaftaran caleg selesai akan dilanjutkan dengan masa sosialisasi dan kampanye caleg.

Hal itupun belum sampai pada kepentingan Parpol terkait Pilpres yang dipastikan akan menyita waktu anggota DPRD Kabupaten yang semuanya juga menjadi pengurus Parpol.

"Kami pun tidak bisa membayangkan bagaimana sibuknya anggota Dewan memasuki bulan politik. Dan rakyat yang diwakili bisa terabaikan," ucap Khusaeri.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Muslimin memastikan tidak akan ada tugas DPRD Kabupaten Malang yang bakal terbengkalai. Ini dikarenakan anggota DPRD Kabupaten Malang profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya. Dan semuanya sudah komitmen untuk tidak meninggalkan tugas pada jam kerja sebagai anggota DPRD.

"Jadi semuanya tidak perlu khawatir tugas Kedewanan menjadi terabaikan meski anggota DPRD sibut maju caleg 2019," kata Muslimin yang juga anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Malang tersebut.

Kalaupun ada waktu kerja yang tersita untuk mengurus kepentingan Parpol, dikatakan Muslimin, anggota DPRD pasti akan mengganti waktu kerja yang hilang tersebut. Diantaranya dengan bekerja menjalankan tugas kedewanan diluar jam kerja normal.

Seperti melakukan studi banding peraturan, pembahasan dan penyusunan Raperda, rapat paripurna, penyusunan APBD dan sebagainya.

"Kami optimis semua tugas pembahasan Raperda, usulan PAPBD 2018, ataupun penyusunan RAPBD 2019 akan bisa diselesaikan tepat waktu. Jadi kami kira tidak perlu ada yang dikhawatirkan tentang kinerja anggota DPRD Kabupaten Malang," tutur Muslimin.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved