Kediri

Terjadi Lagi, Puntung Rokok Nyaris Bakar Jembatan Kayu Sejak 149 Tahun Silam

Bara api di tengah Jembatan Lama Kota Kediri dipadamkan petugas Satpol PP Kota Kediri, Kamis (2/8/2018) malam.

Terjadi Lagi, Puntung Rokok Nyaris Bakar Jembatan Kayu Sejak 149 Tahun Silam
didik mashudi
Bara api di tengah Jembatan Lama Kota Kediri dipadamkan petugas Satpol PP Kota Kediri, Kamis (2/8/2018). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Berkali-kali jembatan kayu di Kota Kediri yang dioperasikan sejak 18 Maret 1869 atau 149 tahun silam, nyaris terbakar.

Kemungkinan penyebabnya sama: perokok buang puntung sembarangan.

Kali ini, kayu pada jembatan yang terbakar telah membara, Kamis (2/8/2018) malam.

Informasi yang dihimpun SuryaMalang.com, kebakaran ini diketahui setelah ada masyarakat yang mengetahui ada bara api pada kayu yang berada di tengah jembatan sisi utara.

Konstruksi Jembatan Lama peninggalan Belanda ini memang masih menggunakan bantalan kayu sebagai alas jembatan.

Malahan trotoar jembatan di sisi kiri dan kanan juga bantalan kayu. Diduga asal api dari masyarakat yang melintas di tengah jembatan kemudian membakar puntung rokok sembarang. Puntung rokok yang masih menyala kemudian membakar bantalan kayu.

Petugas Satpol PP Kota Kediri yang mendapatkan laporkan segera melakukan pengecekan ke lokasi masih menemukan ada kayu yang membara. Kayu yang telah terbakar itu kemudian disiram api sampai padam.

Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid menjelaskan, petugas segera melakukan respons cepat memadamkan api.

"Yang terbakar tadi posisinya kayu di tengah atas Sungai Brantas," jelasnya.

Nur Khamid bersyukur kebakaran itu berhasil diatasi petugas sehingga api tidak sampai membesar. "Ini kelihatannya sepele, kalau tidak siaga dan segera diatasi api yang sudah membara dapat memacetkan lalu lintas," ungkapnya.

Pemkot Kediri sebenarnya telah memasang papan imbauan tidak membuang puntung rokok sembarangan di Jembatan Lama. Hanya saja pada malam hari imbauan itu tidak bisa terbaca masyarakat yang melintas jembatan. 

Penulis: Didik Mashudi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help