Surabaya

Sudah Beredar di Pasaran, Tapi Produk-produk Ini Mengandung Bahan berbahaya dan Tak Punya Izin Edar

Jangan sembarangan memilih produk. Produk-produk ini mudah ditemukan di pasaran atau medsos. Ternyata ada kandungan berbahaya di dalamnya.

Sudah Beredar di Pasaran, Tapi Produk-produk Ini Mengandung Bahan berbahaya dan Tak Punya Izin Edar
SURYAMALANG.COM/Sulvi Sofiana
Barang-barang yang disita Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya, Senin (13/8/2018). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya merilis barang sitaan senilai Rp 3,1 miliar, Senin (13/8/2018).

Barang sitaan ini meliputi obat tradisional, kosmetik, dan pangan ilegal.

Sejumlah kosmetik yang disita BBPOM biasa ditemukan di pasaran.

( Baca juga : Pengakuan Ibu Mahasiswi Asal Malang yang Tewas di Danau Trebgaster, Bavaria Jerman )

Juga ada sejumlah kosmetik impor yang hit di media sosial (medsos).

Kepala BBPOM Surabaya, Sapari mengungkapkan hasil sitaan ini dikumpulkan dalam kurun waktu Januari sampai Agustus 2018.

Barang sitaan ini mulai produk dari yang mengandung bahan kimia berbahaya sampai tidak memiliki izin edar.

( Baca juga : Ketua PP Muhammadiyah ke Malang, Beri Kode Dukungan untuk Pilpres 2019 )

“Obat tradisional yang disita mengandung bahan kimia obat Hasilnya sudah diuji di laboratorium,” kata Sapari kepada SURYAMALANG.COM.

Barang sitaan ini berasal dari berbagai daerah di Jatim, seperti Sidoarjo, Jember, Bojonegoro, dan sebagainya.

BBPOM menemukan semua produk itu di sejumlah daerah, seperti jamu kemasan botol.

( Baca juga : Video Detik-detik Kecelakaan di Simpang Jalan Darmo & Diponegoro Surabaya, Motor Tabrak Mobil )

“Jamu ini banyak ditemukan dan sudah beroperasi cukup lama. Ternyata jamu ini mengandung bahan kimia berbahaya.”

“Sedangkan di kosmetik tidak hanya temuan merkuri. Ada juga yang mengandung bahan berbahaya sampai rhodamin B, bahan pewarna merah yang berbahaya,” terangnya.

Penulis: sulvi sofiana
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved