Malang Raya
Alichia Andinar Suka Jual Apapun sejak Masih Sekolah Dasar
Perempuan asal Banyuwangi yang kuliah di Malang itu mengaku sangat gemar berbisnis. Sejak SD, ia sudah berjualan. Apapun ia jual.
Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Menjadi perempuan harus mandiri. Namun menjadi mandiri itu sendiri juga harus ditempa. Bukan ujuk-ujuk langsung mandiri.
Apalagi bagi seorang perempuan, kemandirian sangat berpengaruh besar terhadap kehidupannya. Alichia Andinar (23), sudah belajar mandiri sejak sekolah dasar.
Perempuan asal Banyuwangi yang kuliah di Malang itu mengaku sangat gemar berbisnis. Sejak SD, ia sudah berjualan. Apapun ia jual.
"Yang penting jadi uang," katanya, Minggu (26/8/2018).
Hingga akhirnya ia kuliah, kegiatan berjualan tidak lepas dari hari-hari Alichia. Mulai dari jualan secang, keripik, kadang jual beli handphone, dan laptop bekas.
Saat SD, Alichia berjualan sabun cuci tangan. Termasuk juga jualan limbah kertas yang ia dapat di tempat kerja ibunya.
Semua itu ia lakukan tanpa rasa malu. Bahkan Alichia secara tegas mengatakan kalau urat malunya sudaj putus.
"Tapi perempuan juga harus memikiki rasa malu. Maksudnya malu jika tidak mandiri. Malu jika tidak bisa berbuat apa-apa," imbuhnya.
Dengan cara berjualan itu, ia merasa senang karena bisa membantu orangtua membiayai kuliahnya. Bahkan dikatakannya, 60 persen biaya hidup dan kuliahnya di Malang ditanggung dirinya sendiri.
Hal itu menunjukkan bahwa sebenarnya perempuan bisa berbuat banyak. Di kehidupan sosial, perempuan juga punya peran penting.
Sudah tidak zaman lagi perempuan harus berpangku tangan pada lelaki.
Dikatakan Alichia, selain untuk menopang kemandirian. Caranya berjualan itu untuk persiapannya menjadi ibu rumah tangga.
"Untuk persiapan berkeluarga juga. Perempuan tidak melulu bergantung pada lelaki," ungkapnya.
Namun Alichia malu-malu bercerita tentang kisah asmaranya