Malang Raya

Tanggapan Klub dan Polisi soal Video Ambulans Disuruh Berhenti Demi Konvoi Mobil Mewah

VIDEO VIRAL - Gara-gara mobil ini ambulans disuruh berhenti. Mobil ambulans tidak bisa berjalan karena konvoi mobil lewat.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Netizen di grup Facebook terkait Malang sedang ramai membahas video konvoi mobil mewah dari Komunitas Brotherhood Club Indonesia (CBI) yang menghalangi laju mobil ambulans, Sabtu, 15/9/2018.

Informasi itu diunggah oleh seorang warganet yang kesal melihat ambulans tidak bisa bergerak karena menunggu mobil mewah berjalan terlebih dahulu.

"Gara-gara mobil ini ambulans disuruh berhenti. Mobil ambulans tidak bisa berjalan karena konvoi mobil lewat," tulis pemilik akun bernama Nobhyta Galuh yang sebenarnya dalam bahasa Jawa, Sabtu (15/9/2018).

Iring-iringan rombongan mobil mewah yang dikawal oleh Patwal Polisi membuat mobil ambulans terpaksa menepi. Selain mobil ambulans puluhan warga yang melintas juga diminta menepi untuk sementara waktu hingga rombongan mobil mewah melintas.

Rombongan supercar ini melintas dari Kota Batu menuju Pantai Ungapan, di Kabupaten Malang. Touring rombongan supercar ini untuk merayakan anniversary atau ulang tahun ketiga Komunitas Brotherhood Club Indonesia (CBI).

Ketua Sekretariat Brotherhood Club Indonesia, Dona Triangga, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan ada 67 mobil mewah yang ikut merayakan anniversary ketiga klub mobil ini. Anniversary kali ini diadakan di Jawa Timur mengambil rute dari Surabaya, Pasuruan dan berakhir di Malang.

"Ada 67 peserta, dari Jakarta, Solo, Bali, Bandung, Semarang, Surabaya dan Malang. Ini hari terakhir, besok akan kembali ke daerah masing-masing. Tadi puncak acara di Pantai Ungapan, kita makan-makan di sana," kata Dona.

Konvoi mobil mewah yang melintas di Malang terdiri dari berbagai merk perusahaan otomotif kelas dunia di antaranya, Ferrari, Berlinetta, Porsche, Audi, Lamborghini, Gallardo, Aventador, McLaren dan Aston Martin.

Dikonfirmasi terkait keluhan warganet, Dona mengaku tidak mengetahui duduk persoalannya.

"Waduh saya tidak tahu. Soalnya saya sudah di Ungapan. Hal kayak gitu biarin lah, tidak usah disangkut pautkan. Besok terakhir rombongan balik ke daerah masing-masing," ujar Dona.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved