Tulungagung

Unicef Jadikan Tulungagung Model Pelayanan Kasus Anak

Kemensos dan UNICEF tengah menjajaki penggunaan aplikasi pencatatan pelaporan manajemen kasus anak

Unicef Jadikan Tulungagung Model Pelayanan Kasus Anak
surya malang/david yohanes
Perwakilan Unicef dan Kementerian Sosial saat mengunjungi ruang pengendali Public Safety Centre (PSC) di RSUD dr Iskak Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Perwakilan United Nations Children's Fund (UNICEF) dan Kementerian Sosial (Kemensos) mengunjungi Unit Pelayanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) Tulungagung, Jumat (14/9/2018).  Dua lembaga ini tengah menjajaki penggunaan aplikasi pencatatan pelaporan manajemen kasus anak.

Astrid Gonzaga Dionisio, Child Protection Specialist dari UNICEF Indonesia mengatakan, ULT PSAI merupakan model yang dijalankan bersama Kemensos selama 3 tahun terakhir. Dua lembaga ini terus mengembangkan dan memperkuat pelayanan di ULT PSAI.

“Jejaring pelayanannya sudah baik. Kami terus berusaha bagaimana lebih efisien dan efektif,” kata  perempuan asal Philipina ini.

Lanjut Astrid, aplikasi ini telah dirancang dan diuji coba di sejumlah negara. Namun aplikasi ini tidak serta merta digunakan, karena harus ada penyesuaian. Mengingat Indonesia mempunyai karakter yang berbeda dengan negara lain.

Salah satu lembaga yang dikunjungi adalah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung. Sebab UPPA adalah salah satu rujukan setiap kali ada perkara hukum yang melibatkan anak. Unicef juga mengunjungi RSUD dr Iskak, untuk melihat pelayanan anak yang menjadi korban kekerasan.

“Tulungagung adalah yang pertama. Selanjutnya akan diaplikasikan di Jawa Tengah meliputi Klaten dan Solo, kemudian di Sulawesi meliputi Makassar dan Gowa,” lanjut Astrid.

Aplikasi ini diberi nama Primero PKSA (Program Kesejahteraan Sosial Anak). Aplikasi ini hanya akan dimiliki oleh pihak-pihak yang terlibat penanganan kasus anak. Khusunya mereka yang terlibat langsung.

Karena menyangkut identigas anak, aplikasi ini bersifat tertutup dan hanya bisa diakses yang dalam jaringan. Masih menurut Astrid, aplikas ini sudah memikirkan aspek keamanan dan kerahasiaan identitas anak.

Seluruh data perkara anak akan disimpan dalam server yang ada di Kemensos. “Bahkan supervisor pun hanya bisa melihat data, tapi tidak bisa mengubah. Hanya pihak yang menangani perkara yang bisa mengakses,” tandas Astrid.

Unicef pernah memuji ULT PSAI sebagai pelayanan integratif untuk permasalahan anak. Bahkan ULT PSAI berencana diduplikasi di 100 daerah. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help