Malang Raya

SMAN 10 Kota Malang Dibobol Maling Perempuan, Aktivitasnya Terekam CCTV

Kepala Sekolah SMA N 10 Kota Malang Dr Husnul Chotimah menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 6.30.

Penulis: Benni Indo | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Pelaku yang terekam CCTV SMAN 10 Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - SMAN 10 Kota Malang disatroni maling, Rabu (26/9/2018). Maling tersebut terekam CCTV sekolah.

Dari layar CCTV, diketahui maling yang mengambil sejumlah barang elektronik milik pelajar itu berjenis kelamin perempuan.

Ciri-cirinya badan gemuk, mengenakan kerudung dan baju biru dongker. Terdapat gantungan tanda pengenal dengan tinggi sekitar 150 cm.

Kepala Sekolah SMA N 10 Kota Malang Dr Husnul Chotimah menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 6.30.

Pelaku saat itu masuk ke dalam sekolah ketika satpam yang menjaga pintu masuk sedang ke kamar kecil.

"Yang aneh itu, dia langsung menuju kelas 11 Mipa 5. Dia tahu kalau kelas itu sepi karena murid sedang ada jam olahraga," ujar Husnul.

Saat masuk ke sekolah, maling perempuan itu mengenakan tas punggung dengan warna polkadot atau hitam-putih. Ia berjalan biasa saja tanpa mengendap-endap.

Sejumlah guru juga sempat melihat keberadaannya. Husnul mengatakan, para guru mengira kalau maling itu adalah pihak wali murid yang mau bayar atau mahasiswa yang melakukan penelitian.

"Karena di sini juga ada mahasiswa yang PPL, kan," ungkapnya.

Kemudian pelaku berhenti di depan kelas 11 Mipa 5. Sebelum masuk, pelaku sempat memantau situasi untuk memastikan kondisi sepi.

Pelaku juga terlihat mengintip ke dalam kelas melalui celah pintu. Kemudian masuk ke dalam kelas.

Sayangnya kamera CCTV tidak bisa memantau ke dalam kelas 11 Mipa 5. Beberapa menit di dalam kelas, ia kemudia keluar. Tasnya terlihat lebih besar dibanding saat ia datang.

Ia kemudian jalan keluar sekolah melalui lobi. Husnul mencurigai kalau pelaku sudah mengetahui peta lokasi SMAN 10 Kota Malang. Pasalnya ia tahu jalan keluar masuk dengan mudah.

"Saya kira ini sindikat karena sebelum masuk juga telepon. Mungkin menelepon temannya," paparnya.

Husnul baru mengetahui setelah sejumlah murid melapor ke guru sekitar pukul 7.30. Para murid menangis dan teriak histeris karena barangnya hilang.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved