Malang Raya

Chiki Fawzi dan Wizzy Berbagi Pengalaman ke Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM)

Chiki Fawzi dan Wizzy hadir dalam talkshow ‘Berani Berinovasi Karena Kreatif Saja Tak Cukup’ di Universitas Negeri Malang (UM)

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Chiki Fawzi (kanan) saat talkshow di Sasana Budaya Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (9/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Musisi Chiki Fawzi dan Wizzy hadir dalam talkshow ‘Berani Berinovasi Karena Kreatif Saja Tak Cukup’ di Sasana Budaya Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (9/10/2018).

“Saya ngefans dengan ayah Chiki, Ikang Fauzi. Suaranya sangat khas,” ujar Prof Dr Syamsul Hadi MPd, Wakil Rektor III UM saat membuka acara.

Menurutnya, inspirasi adalah awal dari inovasi.

“Tidak harus baru. Bisa juga dari modifikasi,” ujarnya.

( Baca juga : Rangkuman Kejadian Jatim Kemarin, Mulai Penggeledahan KPK di Malang sampai Temuan Mayat di Jombang )

Dia berharap peserta talkshow bisa mengambil inspirasi.

Sementara itu, Chiki Fauzi mengatakan tidak cukup hanya passion untuk meraih masa depan.

Namun, juga perlu aksi. Bukan hal mudah untuk merealisasikan meraih masa depan.

( Baca juga : Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Tak Luput dari Intaian KPK )

“Saya pernah punya PH animasi, Monso. Tapi usaha saya bangkrut karena bisnis saya kurang handal.”

“Rasanya lebih sedih daripada putus dengan pacar.”

“Namun, saya mendapat pengalaman seru, yaitu mengelola pendapatan untuk operasional kantor,” papar Chiki.

( Baca juga : Respon Gubernur Jatim Soekarwo Terkait Bupati Malang Rendra Kresna yang Jadi Tersangka KPK )

Kegagalan itu membuat putri pasangan Ikang Fawzi-Marissa Haqueini bisa mengeksplor kemampuan lain, yaitu mural.

Karena mural, dia butuh mobil untuk membawa cat. Dia pun membeli mobil dengan cara kredit.

Meski anak pasangan artis, Chiki tidak segan mencari uang tambahan.

( Baca juga : Tak Hanya Geledah Kantor DPKPCK Kabupaten Malang, KPK Juga Geledah Mobil Pejabat )

Bahkan saat kuliah di Malaysia, dia juga kerja sambilan di kedai es krim.

“Saya tahu rasanya bekerja dari bawah,” paparnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved