Kediri
Rumah Mbah Usrek Tidak Layak Huni Di Kediri, Jadi Target Sasaran Bedah Rumah TMMD
Rumah Mbah Usrek merupakan salah satu dari 100 unit rumah di Desa Blimbing dan Desa Jugo yang bakal direhab selama kegiatan TMMD ke 103
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Achmad Amru Muiz
SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Rumah Mbah Usrek (75) di Desa Blimbing, Kecamatan Mojo yang menjadi sasaran TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) mulai dibongkar. Rumah yang tidak layak huni ini telah diturunkan atap gentingnya oleh anggota TNI, Senin (15/10/2018).
Usai upacara pembukaan TMMD yang dibuka Bupati Kediri dr Haryanti Sutrisno, Danrem 082 Kolonel Arm Budi Suwanto bersama rombongan sempat mendatangi rumah Mbah Usrek.
Rumah Mbah Usrek merupakan salah satu dari 100 unit rumah di Desa Blimbing dan Desa Jugo yang bakal direhab selama kegiatan TMMD ke 103.
Pada rehab ini yang mendapat prioritas program jambanisasi. Rumah Mbah Usrek masih berlantai tanah, dengan rangka kayu dan sebagian telah ditembok serta tidak punya jamban. Sehingga di rumah yang terletak di lereng perbukitan itu juga telah disiapkan jamban. Diharapkan keberadaan jamban menghilangkan kebiasaan warga buang hajat di sungai.
Kepala Desa Blimbing, Djoe Ari menghimbau warganya yang telah memiliki jamban agar tidak lagi buang hajat di sungai. Meski tidak ada larangan buang hajat di sungai, tetapi dampaknya pada kejernihan dan kesehatan.
Diharapkan masyarakat yang telah memiliki jamban agar memanfaatkan jambannya
sebagaimana mestinya. Program jambanisasi ini juga gratis alias tanpa biaya sepeserpun.
Sementara Danrem 082 Kolonel Arm Budi Suwanto sempat berbincang dengan Mbah Usrek berharap setelah memiliki jamban masyarakat tidak lagi buang hajat di sungai. Jarak rumah Mbah Usrek dengan sungai sekitar 100 meter dengan kondisi jalan naik turun.
Kolonel Arm Budi Suwanto juga mengajak partisipasi masyarakat dalam kegiatan TMMD melalui kegiatan gotong royong. Apalagi warga Desa Blimbing dan Jugo diyakini masih memiliki tradisi gotong royong yang telah berlangsung secara turun temurun.
“Untuk renovasi rumah tidak layak huni, kita sangat berharap partisipasi masyarakat dalam bergotong royong. Semakin banyak masyarakat yang ikut ambil bagian, semakin cepat penuntasannya,” jelasnya.
Danrem mengungkapkan, peran masyarakat sangat menentukan kesuksesan TMMD. Sehingga dibutuhkan peran Ketua RT, RW maupun perangkat desa mengajak warganya untuk berpartisipasi kegiatan gotong royong.