Surabaya

E-STNK Solusi Untuk Terbatasnya Kertas Cetak STNK

Ide E-STNK muncul sekaligus juga untuk mengurangi penggunaan kertas dan memperkecil kemungkinan pemalsuan STNK

E-STNK Solusi Untuk Terbatasnya Kertas Cetak STNK
suryamalang.com/Sulvi Sofiana
Achmad Rizal menunjukkan E-STNK berbasis android yang ia kembangkan bersama Slamet Winardi, Rabu (17/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Berawal dari banyaknya keluhan mengenai habisnya kertas untuk mencetak STNK, dosen dan mahasiswa Universitas Narotama Surabaya mendapatkan ide untuk membuat E-STNK menggunakan sistem operasi Android.

Slamet Winardi, dosen jurusan Sistem Komputer Universitas Narotama dan mahasiswanya, Achmad Rizal mengembangkan prototipe E-STNK ini.

“Awalnya banyak sekali keluhan dari teman-teman sampai kerabat yang sempat harus menunggu sampai 6 bulan saat akan mencetak STNK dan BPKB pada 2017 lalu. Kemudian ide E-STNK ini muncul sekaligus juga untuk mengurangi penggunaan kertas dan memperkecil kemungkinan pemalsuan STNK,” jelas Slamet.

Selain itu, ternyata Slamet sudah memikirkan mengenai STNK elektronik ini untuk menjadi solusi beberapa program pemerintah yang gagal.

Misalnya DKI Jakarta yang menerapkan sistem kendaraan berplat ganjil-genap untuk menekan angka kemacetan, tetapi tidak memiliki sistem pengawasan yang baik sehingga kinerja program ganjil-genap itu tidak optimal.

“Ada lagi program pemerintah untuk pembatasan bahan bakar premium yang gagal karena tidak adanya sistem untuk mengawasi dan melacak. Padahal dengan internet of things, yaitu dengan E-STNK, pengawasan bisa dilakukan dengan lebih akurat,” lanjutnya.

Sementara di Jatim, adanya aturan yang membatasi kendaraan dengan plat luar Jatim hanya sebatas 3 bulan, selebihnya harus berpindah menjadi plat Jatim. Sayangnya selama ini pengawasannya yang tidak maksimal.

“Solusinya bisa dengan sensor di perbatasan Jatim-Jateng dan memanfaatkan sistem E-STNK yang kami kembangkan,” ujarnya.

E-STNK yang dikembangkan Slamet bersama Rizal, ini berbasis Android dengan menggunakan chip wimos esp8266.

“Konsepnya, pemilik kendaraan mendaftarkan kendaraan mereka ke Polda atau Polrestabes dan mendapatkan nomor plat yang kemudian dimasukkan ke dalam server,” tambah Rizal.

Halaman
12
Penulis: sulvi sofiana
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved