Surabaya

Waspada! Kereta Api Akan Lewat Tak Terlihat di Perlintasan Pagesangan, Surabaya

Dari arah Jambangan menuju Gayungan, pandangan pengguna jalan terhalang apabila ada Kereta Api yang melaju dari arah Wonokromo.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM/M Romadoni
Kondisi mobil Pajero Sport nopol W 1165 YV usai ditabrak kereta api di Pagesangan, Surabaya, Minggu (21/10/2018) siang. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Penyidik Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya masih menyelidiki kecelakaan maut Kereta Api Sri Tanjung Banyuwangi-Lempuyangan yang menghantam mobil Pajero Sport di perlintasan tanpa palang pintu di Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Surabaya, 21 Oktober 2018.

Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, AKP Antara, menuturkan pihaknya bersama Anggota Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum (Bin Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian kecelakaan.

Mereka dibackup Ditlantas Polda Jatim sebagai penanganan kecelakaan memakai sistem Traffic Accident Analysis (TAA).

"Dilakukan Olah TKP yaitu mengumpulkan data untuk mengetahui penyebab kecelakaan," ujarnya di lokasi kejadian.

Dari pengamatan di lokasi, ketika Olah TKP kedua akses jalur itu ditutup. Jarak antara jalan dan palang pintu swadaya masyarakat berada sangat dekat dari rel kereta api sekitar lebih dari dua meter.

Dari arah Jambangan menuju Gayungan, pandangan pengguna jalan terhalang apabila ada Kereta Api yang melaju dari arah Wonokromo.

Antara mengatakan pihaknya telah memeriksa dua saksi kunci yaitu penjaga palang pintu swadaya masyarakat bernama Achmad Cholilur (19) berstatus sebagai mahasiswa dan pengguna jalan yang saat itu berada di belakang mobil Pajero Sport.

"Penjaga palang pintu sudah berupaya menghentikan kendaraan. Semuanya masih diperiksa sebagai saksi," ungkapnya.

Menurut dia, pihaknya juga akan memanggil masinis Kereta Api Sri Tanjung, pihak Dishub Provinsi untuk memastikan penjaga palang pintu tersebut.

"Penjaga palang pintu kan swadaya masyarakat karena dia juga tidak mempunyai standar khusus, jadi kami menyatakan apakah pada saat itu klakson Kereta Api sudah berbunyi yang ditanyakan pada masinis," jelasnya.

"Klakson Kereta Api sudah berbunyi namun diduga jaraknya terlalu dekat," imbuhnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved