Kediri

Pertama Di Kota Kediri, Penjual Miras Divonis Hakim Denda Rp 5 Juta

Kasatpol PP mengaku sempat kaget dengan putusan majelis hakim yang menghukum penjual miras dengan denda Rp 5 juta.

Pertama Di Kota Kediri, Penjual Miras Divonis Hakim Denda Rp 5 Juta
suryamalang.com/Didik Mashudi
Kepala Satpol PP Kota Kediri Ali Muklis memperlihatkan amar putusan majelis hakim PN Kota Kediri yang menghukum penjual miras dengan denda Rp 5 juta, Selasa (30/10/2018) 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Untuk pertama kalinya di Kota Kediri putusan denda bagi penjual minuman keras (miras) dengan hukuman maksimal. Jika sebelumnya denda penjual miras hanya Rp 500.000, kali ini majelis hakim menjatuhkan denda sebesa Rp 5 juta.

Kepala Satpol PP Kota Kediri, Ali Muklis menyebutkan, putusan majelis hakim PN Kota Kediri yang menjatuhkan hukuman denda bagi penjual miras patut mendapat acungan jempol.

"Ini sejarah baru bagi kami, ada hakim yang menindak penjual miras dengan hukuman denda maksimal Rp 5 juta," ungkap Ali Muklis di kantornya, Selasa (30/10/2018).

Penjual miras yang mendapatkan denda maksimal atas nama Rio Puji Andrianto, penjual miras di Kelurahan Tempurejo Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Rio menjual belasan botol miras tanpa izin.

Majelis hakim, Sulistya Muhamad Dwi Putro SH menghukum Rio karena menjual miras tanpa izin. Jika terpidana denda tidak mampu membayar Rp 5 juta diganti dengan hukuman kurungan 10 hari.

Sementara barang bukti sebanyak 15 botol minuman keras jenis Kuntul, 3 botol besar bir bintang, 3 botol kecil bir bintang dan satu botol plastik berisi miras oplosan dirampas untuk dimusnahkan.

Ali Muklis sendiri mengaku sempat kaget dengan putusan majelis hakim yang menghukum penjual miras dengan denda Rp 5 juta.

"Kami juga kaget dendanya sampai Rp 5 juta, padahal di perda dendanya tidak sebanyak itu," ungkapnya.

Namun Ali Muklis mengaku lega dengan hukuman yang maksimal bakal membuat jera para penjual miras lainnya. "Dimungkinkan ada pertimbangan khusus yang membuat hakim menjatuhkan hukuman maksimal," tambahnya.

Diakui Ali Muklis kendala dalam penegakan hukum bagi Satpol PP karena petugas yang mendapat lisensi sebagai penyidik pegawai negeri sipil hanya ada dua orang.

Apalagi sebenarnya rohnya Satpol PP ada di penyidik pegawai negeri sipil. Karena selama ini petugas hanya melakukan razia tanpa dibarengi dengan penindakan dan sidang tipiring penjual miras. "Dengan dijatuhkannya hukuman maksimal semakin memacu semangat kami untuk menertibkan penjual miras lainnya," jelasnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved