Tulungagung

Tidak Jera, Residivis Kampret Kembali Masuk Penjara Karena Sabu-sabu Di Tulungagung

Polisi mengidentifikasi Kampret, seorang pengedar sabu-sabu yang baru keluar dari penjara.

Tidak Jera, Residivis Kampret Kembali Masuk Penjara Karena Sabu-sabu Di Tulungagung
suryamalang.com/David Yohanes
Ahmad Rifai alias Kampret, tersangka pengedar sabu-sabu di Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Dua bulan silam, Ahmad Rifai (25) alias Kampret, warga Desa Tanggulturus Kecamatan Besuki bebas dari Lapas Kelas IIB Tulungagung, karena kasus pil dobel L. Namun Kampret tidak jera, dan terancam kembali masuk penjara karena perkara sabu-sabu.

Sebelumnya polisi mendapat informasi dari warga, terkait peredaran sabu-sabu di wilayah Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi mengidentifikasi Kampret, seorang pengedar yang baru keluar dari penjara.

“Ada petugas berpakaian sipil mendatangi lokasi yang biasa digunakan bertransaksi. Ada tiga petugas yang memantau lokasi,” terang Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Sumaji.

Polisi melihat Kampret masuk ke sebuah warung kopi, Senin (5/11/2018) sekitar pukul 18.30 WIB. Dengan bekal penyelidikan sebelumnya, polisi menangkap Kampret. Saat digeledah, polisi menemukan sabu-sabu seberat 3,33 gram dan sejumlah alat hisap sabu-sabu.

Kampret dibawa ke Mapolres tulungagung untuk menjalani penyidikan. Ia mengaku berjualan sabu-sabu, karena tidak punya pekerjaan tetap. Barang haram ini didapat dari B yang ada di Madiun.

“Tersangka kenal dengan seseorang saat mendekam di penjara. Kenalannya ini yang menghubungkan dengan B,” tambah Sumaji. Selama ini Kampret berkomunikasi dengan B lewat ponsel. Biasanya Kampret mengirim uang pembelian lebih dulu. Kemudian sabu-sabu dikirim dengan sistem ranjau.

Narkotika berbentuk kristal ini diletakkan di suatu tempat tersembunyi. Kampret kemudian mengambil barang itu, tanpa bertemu dengan B atau kurirnya. Pada pengiriman terakhir, B mengirimkan sabu-sabu di wilayah Kademangan, Blitar.

“Dua bulan dia bebas dari penjara, dan dia sudah dua kali mendapat kiriman sabu-sabu. Kiriman pertama hanay satu gram, kemudian disusul lima gram,” tutur Sumaji.

Sabu-sabu dari B ini kemudian dikemas ulang dengan ukuran lebih kecil. Kampret kemudian mengecer sabu-sabu ini ke teman-temannya. Ia hanya melayani orang-orang yang sudah dikenalnya. Ternyata Kampret sudah dua kali masuk penjara.

Tahun 2011 silam Kampret dihukum 12 bulan karena mengedarkan pil dobel L. Tahun 2016 Kampret kembali masuk penjara selama 14 bulan karena perkara yang sama.

“Untuk kasus yang ketiga ini ganti sabu-sabu. Penyidik masih melakukan pengembangan, untuk melacak orang-orang yang pernah bertransaksi dengannya,” tandas Sumaji. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved