Kota Batu

Kota Batu Terancam Tertimbun Sampah, dalam Sehari Ada 80 Ton Sampah yang Diangkut ke TPA Tlekung

Paling banyak sampah yang diangkut ialah sampah di Pasar Batu. Terutama saat pagi hari seusai aktivitas berjualan, dan paling banyak limbah sayuR

Kota Batu Terancam Tertimbun Sampah, dalam Sehari Ada 80 Ton Sampah yang Diangkut ke TPA Tlekung
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kelurahan Sisir, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Keberadaan sampah di Kota Batu akan menjadi permasalahan yang serius jika tidak ada pembenahan yang intens.

Dalam sehari, bisa 80 ton lebih sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung. Belum lagi jika ada event besar, jumlah sampah yang diangkut bisa lebih dari 80 ton.

Paling banyak sampah yang diangkut ialah sampah di Pasar Kota Batu. Terutama saat pagi hari seusai aktivitas berjualan, dan paling banyak ialah limbah sayur.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan di Kota Batu'>Pasar Sayur Kota Batu nanti harus memiliki mesin pengelola limbah. Khususnya limbah sayur.

"Kalau di Pasar Sayur punya mesin pengelola limbah, tidak perlu lagi membuang waktu dan biaya operasional untuk mengangkut sampah ke TPA. Ini juga bisa menyelesaikan persoalan sampah yang ada di Kota Batu," kata Dewanti, Minggu (25/11/2018).

Ia menjelaskan, nantinya mesin pengelola limbah itu menampung semua limbah sampah di pasar. Sehingga bisa jadi satu sistem kerja yang terpadu. Hasil pengelola limbah itu juga bisa dimanfaatkan untuk lainnya, semisal jadi pupuk.

Dengan begitu, volume sampah yang dikirim ke TPA Tlekung bisa berkurang. Bukan berarti volume ruang untuk sampah di TPA Tlekung sudah terlalu penuh, justru menurutnya untuk mengantisipasi agar tidak sampai overload.

"Rencananya nanti semua limbah sampah di pasar, diolah di situ juga. Karena apa, potensi luas Pasar Batu itu memungkinkan untuk dibuat seperti itu. Tetapi perlu kami kaji dahulu," imbuhnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Arief As Siddiq menambahkan kalau hal seperti itu bisa saja diwujudkan. Justru akan membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Tlekung. Dikatakannya yang perlu diperbaiki ialah sistem pengelolaan sampah di Kota Batu.

Saat ini Dinas Lingkungan Hidup memang berencana untuk membeli Tosa atau sepeda motor pengangkut sampah serta pembanguan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di setiap desa dan kelurahan.

"Tujuannya agar mengurangi pembuangan sampah ke TPA Tlekung. Diharapkan masyarakat ini bisa memilah sampah dengan adanya TPS di setiap desa kelurahan. Nah begitu juga di Pasar Batu," kata Arief.

Ia menjelaskan sistem pengelolaan sampah ini berawal dari setiap RT/RW dan kesadaran masyarakatnya. Arief memberikan contoh, semisal di Pasar Batu, jika koordinasi dengan bank sampah disekitar untuk memanfaatkan sampah djadi barang bermanfaat, secara otomatis akan mengurangi volume sampah.

"Nanti juga ada penambahan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) , karena saat ini masih ada 3 TPST. Yaitu di Kelurahan Dadaprejo, Desa Pandanrejo, dan Kelurahan Temas," imbuhnya.

Di TPST itu kan ada yang memilah, memilah sampah berdasarkan kategori sampah. Jadi bisa berkurang yang di bawa ke TPA.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved