Kabar Gresik

Suasana Mencekam Menjelang dan Saat Robohnya Asrama 4 Lantai Milik Pondok Pesantren di Gresik

Lampu listrik padam, debu berterbangan dari bangunan yang roboh. Setelah itu memastikan apakah korban jiwa atau tidak. Ternyata dipastikan tidak ada.

Editor: yuli
sugiyono
AMBRUK – Bangunan empat lantai sebelum roboh (kiri) dan tim gabungan Muspika Manyar bersama masyarakat membersihkan puing-puing Ponpes Al Azhar Jl PJKA Desa Suci Kecamatan Manyar, Gresik, Kamis (29/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, GRESIK – Peristiwa mengerikan terjadi ketika asrama empat lantai untuk Pondok pesantren (Ponpes) Al Azhar di Jl PJKA Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, tiba-tiba roboh dan menimpa dua rumah serta jalan umum, 27 November 2018 sekitar pukul 20.00 WIB.

Dua bangunan tersebut berupa kantor dan gudang milik Sholik (65) dan rumah milik Ridwan.

Kedua bangunan tersebut berdampingan dengan bangunan Ponpes Al Azhar yang roboh.

Akibatnya, kantor dan gudang ikut roboh dan sebagian rumah ambrol tertimpa reruntuhan bangunan lantai 4 setinggi hampir 14 meter.

Guna membersihkan puing-puing bangunan itu, tim gabungan Muspika Manyar bersama masyarakat Desa Suci gotong royong pada Kamis (29/11/2018). Mereka juga dibantu alat berat.

Mereka juga memisahkan barang-barang yang masih bisa digunakan dan memindahkan reruntuhan bangunan ke lahan kosong di sekitar ponpes.

“Jajaran Muspika bersama pasukannya dan masyarakat Desa Suci gotong royong memindahkan puing-puing bangunan dan mengamankan barang yang masih bisa dipakai oleh santri,” kata Camat Manyar, Suyono.

AMBRUK – Bangunan empat lantai sebelum roboh (kiri) dan tim gabungan Muspika Manyar bersama masyarakat membersihkan puing-puing Ponpes Al Azhar Jl PJKA Desa Suci Kecamatan Manyar, Gresik, Kamis (29/11/2018).
AMBRUK – Bangunan empat lantai sebelum roboh (kiri) dan tim gabungan Muspika Manyar bersama masyarakat membersihkan puing-puing Ponpes Al Azhar Jl PJKA Desa Suci Kecamatan Manyar, Gresik, Kamis (29/11/2018). (sugiyono)

Tim gabungan yang terlibat di antaranya dari pasukan Koramil, Polsek, Satpol PP Kecamatan Manyar, Banser dan Linmas Desa Suci serta masyarakat sekitar.

“Kami ajak tim gabungan untuk membantu merapikan bangunan yang roboh sehingga bisa segera digunakan untuk kegiatan santri sesuai arahan Kapolda,” imbuhnya.

Sementara, Ridwan yang rumahnya tertimpa bangunan, langsung dicarikan tempat tinggal sementara oleh pengurus Pondok Pesantren.

“Kami tanggung jawab terhadap bangunan rumah warga yang tertimpa bangunan. Kami nanti bantu untuk perbaikan sampai bisa digunakan kembali. Kami tidak ingin tetangga rugi akibat musibah ini,” kata Syu’aib.  

Ada 207 santri putri yang sudah dipindahkan ke cabang Ponpes Al Azhar di Desa Boteng Kecamatan Menganti sehingga selamat dari musibah tersebut. Warga sekitar juga selamat. 

"Sebelum kejadian, saya masih di warung kopi sama pekerja. Saat itu sekitar pukul 19.30 WIB. Baru kemudian 10 menit masuk rumah, tiba-tiba terdengar suara bangunan roboh. Braak," kata Sholik, tetangga pondok sebelah barat, Rabu (28/11/2018).

Setelah kejadian itu, lampu listrik langsung padam dan debu berhamburan ke sekitar rumah warga.

"Lampu listrik padam, debu berterbangan dari bangunan yang roboh. Setelah itu memastikan apakah korban jiwa atau tidak. Ternyata dipastikan tidak ada korban jiwa," imbuhnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved