Kabar Magetan

Bangun Jalan di Atas Jurang 20 Meter Dekat Telaga Sarangan Demi PAD Rp 15 Miliar

Pemkab Magetan menggali potensi wisata Sarangan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang ditargetkan sebesar Rp 15 miliar per tahun.

Bangun Jalan di Atas Jurang 20 Meter Dekat Telaga Sarangan Demi PAD Rp 15 Miliar
doni prasetyo
Jurang sedalam 20 meter disulap menjadi jalan untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata Telaga Sarangan, Magetan dengan target Rp 15 miliar setahun. 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Visi Bupati Magetan Suprawoto untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata, diwujudkan dengan memperbaiki infrastruktur kawasan Telaga Sarangan.

Jurang sedalam 20 meter pun disulap menjadi jalan selebar 15 meter.

Tidak hanya itu, Bupati Suprawoto juga memperbaiki infrastruktur kawasan Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Kecamatan Karas, yang sudah tersohor sampai Timur Tengah sebagai tempat wisata religi.

"Sesuai visi Bapak Bupati memaksimalkan potensi wisata Sarangan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang ditargetkan sebesar Rp 15 miliar per tahun, dengan memperbaiki infrastruktur jalan di wisata yang menjadi andalan PAD Kabupaten Magetan ini bisa tercapai," kata Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Jalan dan Jembatan DPU PR Pemkab Magetan Mochtar Wachid kepada SuryaMalang,com, Minggu (2/12/2018).

Tidak hanya wisata Sarangan, lanjut plt Sekdin DPU PR ini, kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah, Temboro di Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan juga menjadi fokus, karena Ponpes Al Fatah ini merupakan tempat wisata religi, tidak hanya warga di dalam negeri tapi juga luar negeri.

"Infrastruktur di Ponpes Al Fatah, kita perlebar, kanan kiri kita tambah trotoar, hingga ke Tanjung Sepreh. Disini ada kendala, meski tidak signifikan. Nanti kalau semua sudah dilebarkan, dan telihat indah. Semua warga otomatis pasti minta," kata Mochtar Wachid.

Dikatakan Mochtar Wachid, sampai saat ini jalan di Kabupaten Magetan yang mengalami perlebaran mencapai 525 kilometer. Semua jalan itu menggunakan aspal hotmix. Tahun anggaran 2019, perlebaran dilanjut ke sejumlah wilayah kecamatan yang menjadi akses antar daerah dan berada di perbatasan.

"Jalan Sarangan yang semula lebar hanya 4 meter, sekarang menjadi 15 meter dengan sistem kantilever, jurang sedalam 20 meter kita tancapkan tiang beton dan bisa berfungsi sebagai jalan. Dengan perlebaran ini, target PAD Kabupaten Magetan dari wisata Sarangan, Insha Allah bisa tercapai,"jelas Mochtar.

Dikatakan Mochtar Wachid, selain infrastruktur menuju kawasan Sarangan, Pemkab Magetan juga memperbaiki infrastruktur di kawasan wisata di Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, dulu sempit, menanjak, kini sudah terlihat luas dan relatif lebih landai.

"Kawasan wisata Bedengan, Wono Mulyo Genilangit Poncol yang akhir akhir ini juga banyak diminati wisatawan, jalannya sudah lebar dan tidak begitu menanjak. Jalan kami perlebar 12 meter dari sebelumnya 4 meter,"ujar Mochtar.

Tahun 2019, perlebaran jalan di fokuskan ke arah perbatasan Poncol, Kabupaten Magetan dan Puh Pelem, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kemudian Takeran, Kabupaten Magetan dan Madigondo, Kabupaten Madiun. Sedang wilayah Utara yang berbatasan dengan Ngawi, mulai Panekan, Kabupaten Magetan, hingga perbatasan Kendal, Kabupaten Ngawi.

"Sementara di wilayah Utara di Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan dan Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, sudah hampir selesai perlebaran jalan. Tinggal wilayah Timur di Perbatasan Kecamatan Barat, Magetan dan Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun,"pungkas Mochtar Wachid.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved