Malang Raya

Sutiaji Tekankan Tiga Hal Agar Warga Kota Malang Mendapat Kepastian Stok Beras Dan Harga Terjangkau

Sutiaji berharap dengan adanya operasi pasar dapat memastikan harga beras yang sebenarnya, sehingga tidak ada lagi permainan harga di pasar.

Sutiaji Tekankan Tiga Hal Agar Warga Kota Malang Mendapat Kepastian Stok Beras Dan Harga Terjangkau
SURYAMALANG.COM/HAYU YUDHA PRABOWO
Wali Kota Malang, Sutiaji, dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam Pemantauan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok di Pasar Gadang, Kota Malang, Selasa (18/12/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Walikota Malang Sutiaji menekankan tiga hal untuk menjamin kepastian stok beras bagi rakyat. Ketiga hal itu adalah menjamin ketersediaan, stabilitas harga dan jangkauan masyarakat.

Demikian dikatakan Sutiaji saat menghadiri acara peluncuran ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras premium di gudang Bulog Sub Divisi Regional Malang, Kamis (3/1/2019).

"Ketiga hal tersebut tidak bisa berdiri sendiri, saling berkaitan satu sama lain. Apa artinya ketersediaan bahan kalau ternyata harga juga tidak bisa dijaga secara seimbang. Pun demikian stock ada, tapi masyarakat juga sulit menjangkaunya. Jadi ketiga tiganya harus mampu dijaga," kata Sutiaji, Kamis (3/1/2019).

Dalam peluncuran tersebut, Sutiaji ingin memastikan ketersediaan beras di Kota Malang selama enam bulan kedepan. Saat ini masih tersedia 26.000 ton beras. Sutiaji berharap dengan adanya operasi pasar dapat memastikan harga yang sebenarnya, sehingga tidak ada lagi permainan harga di pasar.

“Harus terus bahu-membahu di antara kita semua, dan masyarakat tidak usah ragu terkait dengan ketersediaan bahan pokok makanan” kata Sutiaji.

Sementara itu, Kepala Bulog Sub Divreg Malang, Fachria Latuconsina menjelaskan, peluncuran dilakukan secara serentak di Indonesia yang langsung dipandu oleh presiden Joko Widodo di Jakarta.

"Ada tiga misi yang disasar dari acara ini, yakni untuk menjaga stabilitas harga, intervensi pasar dan memastikan ketersediaan pasokan. Ini khusus untuk beras medium, "ujar Fachria.

Ditambahkannya, Bulog juga mengembangkan Rumah Pangan Kita, dengan jumlah 400 RPK yang tersebar di kota/kabupaten Malang, Kota Batu dan kota/kabupaten Pasuruan yang merupakan wilayah kerja Bulog sub divisi regional Malang. Adapun pasokan beras di area sub divre Malang, sebagaimana diinformasikan Fachria, sebanyak 585 ton.

Khusus untuk kegiatan peluncuran ketersediaan pasokan di kota Malang, Bulog menyasar tiga pasar yakni Pasar Blimbing, Pasar Besar dan Pasar Dinoyo. Jumlah beras yang digelontorkan sebanyak 15 ton.

“Kami dengan BI kemarin sudah merencanakan bahwa Kota Malang akan membuat pergudangan, nanti kita mengambil stock dari Sulawesi” Ujarnya.

Mengacu pada data inflasi di Kota Malang, pada 2018 sebesar 2,98 dan lebih rendah dibandingkan inflasi 2017 yang sebesar 3,75. Inflasi di Kota Malang dapat dikatakan cukup dan beras tidak menjadi komoditi penyumbang inflasi di Kota Malang. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved