Kamis, 23 April 2026

Kota Malang

Pemprov Jatim Gelar Bimtek Penanggulangan Bencana dan Penganggaran Responsif Kesetaraan Gender

Pemprov Jatim Gelar Bimtek Penanggulangan Bencana dan Penganggaran Responsif Kesetaraan Gender

|
Penulis: Purwanto | Editor: Eko Darmoko
ISTIMEWA
BIMTEK - Para peserta saat mengikuti kegiatan Tinjauan Partisipatif dan Bimtek PPRGEDSI bekerja sama dengan SIAP SIAGA di Hotel Atria Kota Malang, Senin( 24/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • DP3AK dan BPBD Pemprov Jatim menggelar Tinjauan dan Bimtek Partisipatif Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Kesetaraan Gender, Inklusi Disabilitas dan Sosial
  • Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Atria, Kota Malang, Senin (24/11/2025) dan akan berlangsung selama tiga hari ke depan hingga, Rabu (26/11/2025)
  • Terlaksananya kegiatan tersebut berkat kerja sama dan dukungan dari program SIAP SIAGA (Kemitraan Australia-Indonesia untuk Manajemen Pengurangan Risiko Bencana)

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemprov Jatim terus melakukan upaya penguatan kesetaraan dan inklusivitas dalam penanggulangan bencana.

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemprov Jatim menggelar Tinjauan dan Bimtek Partisipatif Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Kesetaraan Gender, Inklusi Disabilitas dan Sosial (PPRGEDSI) 2024-2025.

Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Atria, Kota Malang, Senin (24/11/2025) dan akan berlangsung selama tiga hari ke depan hingga, Rabu (26/11/2025).

Terlaksananya kegiatan tersebut berkat kerja sama dan dukungan dari program SIAP SIAGA (Kemitraan Australia-Indonesia untuk Manajemen Pengurangan Risiko Bencana).

Dalam Bimtek dan Tinjauan Penanggulangan Bencana, ada lima perwakilan perangkat daerah teknis dari lima kabupaten dampingan SIAP SIAGA di Jatim yakni Kabupaten Malang, Sampang, Pacitan, Lumajang, dan Pasuruan.

Baca juga: Hujan Lebat Memicu Tanah longsor di Desa Sumberngepoh Kabupaten Malang, Jalan Kampung Terputus

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang, Zainudin menjelaskan, dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya pendekatan partisipatif dalam perencanaan program terutama dalam memastikan aspek GEDSI (mengintegrasikan kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial).

"Kegiatan ini memungkinan terbukanya ruang dialog para peserta untuk bertukar pikiran dan pengalaman serta mengindentifikasi persoalan baik di OPD masing-masing maupun di lapangan serta merumuskan solusi secara bersama-sama," terang Zainudin.

"BPBD Kabupaten Malang berharap dapat terus bersinergi dan berkolaborasi dengan SIAP SIAGA, dalam hal PPRGEDSI serta dapat diterapkan secara konsisten dan pendampingan berkelanjutan," tambahnya.

Sementara itu perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA RI), Maftuh Muhtadi berharap dengan adanya Bimtek ini, para peserta dapat mengerti tentang prinsip-prinsip GEDSI serta prioritas kebijakan Revitalisasi Pengarusutamaan Gender (PUG).

"Jadi kami berharap nantinya peserta dapat tahu tentang GEDSI, yakni prinsip-prinsip GEDSI seperti non diskriminatif, aksesibilitas, partisipasi bermakna, kesetaraan manfaat, serta perlindungan bagi Kelompok Rentan," terang Kedeputian Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA RI itu.

"Dan tidak lupa prioritas kebijakan Revitalisasi Pengarusutamaan Gender (PUG) juga sangat penting peran dari lintas OPD juga diperlukan disini," tambahnya.

Manager SIAP SIAGA Jawa Timur, Ancilla Bere yang ikut hadir juga berharap bahwa kolaborasi dalam kegiatan ini dapat memperkuat penyelenggaraan Penanggulangan Bencana yang lebih inklusif.

“Jadi kolaborasi ini diharapkan memperkuat penyelenggaraan Penanggulangan Bencana yang lebih inklusif," terang Ancilla Bere.

"Tidak hanya itu, nantinya kita harap menuju ketangguhan daerah yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip No One Left Behind," tegasnya.

Kegiatan tersebut juga diikuti sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Jawa Timur.

Tidak hanya itu, sejumlah narasumber yang mengisi kegiatan itu dari BNPB hingga Dinas Kominfo Kabupaten Malang yang secara khusus membahas Peran Satu Data (SATA) dalam mendukung tersedianya Data Pilah untuk Penanggulangan Bencana.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved