Kabar Sidoarjo
Modifikasi Kendaraan Logistik itu Cuma Untung Sesaat, Rugikan Banyak Pihak dalam Jangka Panjang
Berdalih untuk memenuhi kontrak agar muatan lebih banyak, kerap dijumpai pengusaha logistik memodifikasi kendaraannya.
Penulis: M Taufik | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Berdalih untuk memenuhi kontrak agar muatan lebih banyak, kerap dijumpai pengusaha logistik memodifikasi kendaraannya. Seperti memanjangkan bak atau meninggikan kendaraan logistiknya.
Sekilas memang upaya itu menguntungkan karena barang yang diangkut bisa lebih banyak. "Tapi jangka panjang, ini sebenarnya merugikan bagi pengusaha itu sendiri dan bagi orang lain," kata Arjani Hia Putra, perwakilan Dishub Jatim dalam seminar bertajuk Regulasi Transportasi Darat dan Manajemen Risiko, Sidoarjo, Jumat (8/2/2019).
Mengapa demikian?
Menurut pejabat yang bertugas di bagian Angkutan dan Keselamatan Jalan Dishub Jatim tersebut, modifikasi angkutan yang tidak sesuai spesifikasi itu berpotensi mengakibatkan kecelakaan di jalan.
"Kalau terjadi kecelakaan, kan perusahaan itu sendiri yang rugi. Belum lagi ketika kecelakaan menelan korban pihak lain, berarti ada orang lain yang ikut dirugikan juga," urainya dalam acara yang digelar oleh DPD Indonesia Logistics Community (ILC) Jawa Timur tersebut.
Belum lagi kalau sampai ada korban tewas akibat kecelakaan. "Berapa nominal kerugian nyawa, kan tidak ternilai harganya," tandas Arjani.
Tentang kecelakaan yang melibatkan angkutan logistik, disinggung pula bahwa selama ini kerap terjadi akibat rem blong. Padahal, rem blong itu menurutnya hanya hipotesa awal saja. Banyak faktor lain yang mengakibatkannya.
Diantaranya, sopir yang mengantuk kemudian pas terjadi kecelakaan mengaku remnya blong. Atau, memang benar-benar remnya tidak berfungsi akibat perawatan yang kurang bagus.
"Masalah juga, banyak kendaraan belnya dimodifikasi. Kerap dibunyikan yang kemudian saat ngerem kehabisan angin. Terjadi kecelakaan, terus dikatakan remnya blong," papar dia.
Lalu tentang minyak rem yang jarang dicek, tromol habis, dan sebagainya. "Sekilas memang tidak penting, tapi perawatan kendaraan itu sebenarnya sangat berpengaruh terhadap keselamatan di jalan. Dan faktor keselamatan yang tidak diperhatikan, akan mengakibatkan kerugian besar jangka panjang," sambungnya.
Hadir Pula dalam seminar itu Kompol Muhammad Fathoni, Kasat Binmas Polrestabes Surabaya. Terkait angkutan, pihaknya juga mewanti-wanti agar pengusaha logistik selalu memperhatikan keselamatan di jalan raya.
"Kecelakaan lalu lintas selalu didahului pelanggaran. Nah, untuk menghindari terjadinya kecelakaan, tentu juga harus selalu mengindahkan ketentuan yang ada. Tentang aturan angkutan barang, serta aturan-aturan lain di jalan raya," ujar dia.
Tak hanya itu, mantan Kapolsek Waru tersebut juga menyampaikan beberapa hal tentang management resiko serta hal-hal yang berkaitan dengan angkutan logistik di hadapan ratusan peserta seminar yang mayoritas adalah pengusaha logistik tersebut.
Sementara menurut Bahtiar, Sekjend DPP ILC, komunikasi yang baik dengan berbagai pihak dan sesama pengusaha logistik sangat diperlukan untuk kemajuan bersama.
"Semboyan kami Secangkir Kopi Sejuta Relasi. Sehingga komunikasi yang baik antarsesama pengusaha yang bergerak di bidang logistik dan stakeholder lain bisa selaku terjalin dengan baik. Untuk bersama-sama membangun logistik Indonesia yang lebih baik," ungkap Bahtiar.