Kabar Surabaya

Eight Spa di Surabaya Sediakan Jasa Pijat Plus-plus Cewek Vietnam dan Kazakhstan

Eight Spa di Ruko Garden Palace Blok B 9-15 No 17, Jalan Mayjen HR Muhammad 373, Surabaya, menyediakan layanan plus-plus untuk kaum pria hidung belang

Eight Spa di Surabaya Sediakan Jasa Pijat Plus-plus Cewek Vietnam dan Kazakhstan
web
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Eight Spa di Ruko Garden Palace Blok B 9-15 No 17, Jalan Mayjen HR Muhammad 373, Surabaya, menyediakan jasa layanan plus-plus untuk kaum pria hidung belang.

Hal itu terungkap berkat penggerebekan polisi pada September 2018 lalu dan para pengelolanya menjalani sidang perdana tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (18/2/2019).

Tiga petinggi Eight Spa yang menjadi terdakwa adalah Leo Soehartono, Limanto Tarmidi alias Asyiang dan Yusli alias Asyiang.

Tuntutan 6 Bulan Penjara untuk Tiga Manajer Eight Spa, Penyedia Cewek Eropa dan Vietnam di Surabaya

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko dari Kejati Jatim dalam surat dakwaannya menguraikan, awalnya polisi mendapat informasi bahwa di Eight Spa menyediakan pemijat yang bisa melakukan hubungan seks dengan tamu. Berbekal informasi itu, akhirnya polisi bergerak.

Di lokasi penggerebekan, polisi mendapati seorang pemijat bernama Bekbayeva Balzhan sedang melayani tamunya berhubungan badan di kamar 215.

Polisi menyita sejumlah uang, nota tagihan dan kondom bekas pakai tempat prostitusi terselubung itu.

Lalu, ketiganya dianggap bertanggung jawab karena jabatan yang mereka sandang di Eight Spa. Terdakwa Leo bertugas mengurusi keuangan, Yusli sebagai manajer dan Limanto Tarmidi sebagai asisten manajer.

Dalam menjalankan tugasnya, ketiganya bertanggung jawab terhadap pemilik Eight Spa bernama Jefri Evan Tandra.

Dalam keterangan terdakwa dalam berkas, dari kegiatan bisnis ini, Eight Spa berhasil mendapatkan pemasukan Rp 125 juta per bulannya. Pemasukan itu didapat dari pelayanan dan tarif 50 room yang disediakan Eight Spa.

“Uang itu disetor ke pemilik, soal aktivitas seks yang dilakukan pemijat, terdakwa Leo mengetahui hal itu namun soal tarif ia mengaku tidak tahu,” ujar JPU Winarko, Senin, (18/2/2019).

Selain pemijat lokal, Eight Spa juga menyediakan pemijat impor yang didatangkan dari Vietnam maupun Kazakhstan.

Mereka adalah Nguyen Thi Ngoc Chi (Vietnam), Nguyen Thanh Nhan (Vietnam), Serikova Zhansaya (Kazakhstan) dan Bekbayeva Balzhan (Kazakhstan).

PROSTITUSI TERSELUBUNG - Eight Spa di Ruko Garden Palace Blok B 9-15 No 17, Jalan Mayjen HR Muhammad 373, Surabaya, menyediakan jasa layanan plus-plus untuk kaum pria hidung belang. Mereka menyediakan cewek-cewek Vietnam dan Kazakhstan. Tiga pengelola Eight Spa,  Leo Soehartono, Limanto Tarmidi alias Asyiang dan Yusli alias Asyiang, menjalani sidang perdana tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (18/2/2019).
PROSTITUSI TERSELUBUNG - Eight Spa di Ruko Garden Palace Blok B 9-15 No 17, Jalan Mayjen HR Muhammad 373, Surabaya, menyediakan jasa layanan plus-plus untuk kaum pria hidung belang. Mereka menyediakan cewek-cewek Vietnam dan Kazakhstan. Tiga pengelola Eight Spa, Leo Soehartono, Limanto Tarmidi alias Asyiang dan Yusli alias Asyiang, menjalani sidang perdana tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (18/2/2019). (ist)

Para pemijat impor ini diduga bekerja secara ilegal. “Keempat pemijat impor ini menggunakan paspor berkunjung, bukan untuk bekerja. Dan para terdakwa mengaku tidak mengecek paspor saat menerima keempatnya bekerja di tempatnya,” tambahnya.

Adapun tarif yang dipatok adalah Rp 425 ribu per jam untuk pemijat impor, dan Rp 300 ribu per jam bagi pengguna pemijat lokal.

Atas perbuatannya, ketiga terdakwa dijerat pasal berlapis, yaitu pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 tentang cabul atau prostitusi. Tribun Jatim/Syamsul Arifin

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved