Kabar Sumatera Utara

Meski Dikepung Banyak Polisi dan Densus 88, Ibu dan Anak Terus Bertahan dalam Rumah

Upaya pengamanan istri terduga teroris dan anaknya masih berlangsung hingga Selasa (12/3/2019) malam di Jalan Cendrawasih, Kota Sibolga.

Meski Dikepung Banyak Polisi dan Densus 88, Ibu dan Anak Terus Bertahan dalam Rumah
facebook
Polisi menuju lokasi dentuman keras diduga bom di Kota Sibolga, Sumatera Utara, Selasa (12/4/2019). 

SURYAMALANG.COM, SIBOLGA - Upaya pengamanan istri terduga teroris dan anaknya masih berlangsung hingga Selasa (12/3/2019) malam di Jalan Cendrawasih gang Serumpun, Kelurahan Pancuran Bambu Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara

"Ibu-ibu, tolonglah, jangan dekat-dekat dari lokasi Kejadian. Ini bukan tontonan, ini penangkapan terduga teroris yang terjadi ledakan di lokasi. Jadi tolonglah untuk menjauh," kata Ipda Sitompul di lokasi kejadian yang berjarak sekitar 300 meter dari TKP.

Setelah menyuruh masyarakat untuk tidak mendekati lokasi umah persis di depan masjid Al-Mukhlisin itu, Sitompul juga menyatakan agar masyarakat membantu anggota Polri dan Densus 88.

"Di rumah terduga teroris itu banyak bahan peledak. Dan kita tidak tahu berapa jauh radiusnya. Saya melarang karena kami sayang sama masyarakat. Jadi tolonglah bergeser sesuai batas yang kami berikan," ujarnya.

Masyarakat yang mendengar imbauan dari petugas kepolisian langsung mendekati lokasi yang diberikan oleh petugas untuk melihat kejadian ledakan ini.

Sementara itu, warga sekitar R Siregar mengatakan ledakan yang terjadi pada Selasa (12/3/2019) sekitar pukul 15.00 WIB ini terasa sampai ke simpang Jalan Jati atau sekitar 300 meter dari lokasi ledakan.

"Terdengar jelas suara ledakannya. Sampai kami warga sekitar yang berada di radius 150 meter dari lokasi kaget. Serpihan dari material bom juga terdengar seperti rintihan hujan deras," kata R Siregar yang juga membuka usaha kelontong di rumahnya.

Ia juga mengatakan dampak dari ledakan bom itu juga membuat lubang sedalam setengah meter dari lokasi bom yang meledak.

"Kami sempat takut dengar suara ledakannya. Saya saja sampai menutup kedai saya. Karena selang beberapa menit habis ledakan, polisi langsung datang ke lokasi," katanya.

Masih dikatakan R Siregar, petugas juga menyuruh seluruh warga untuk keluar dari rumah pascaledakan itu.

"Warga yang rumahnya berjarak 150 meter disuruh keluar dari rumah. Jadi kami pun keluar. Namun karena saya berjualan, saya dikasih masuk lagi ke rumah setelah benar-benar polisi menyatakan kalau tidak ada lagi ledakan terjadi," ujarnya. tribun medan

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved