Kabar Sidoarjo

Waspadai Snack Berbahan Tawas dan Bumbu Kedaluwarsa dari Sidoarjo

usaha industri pembuatan makanan ringan (snack) ilegal di Desa Tanjungsari Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo.

Waspadai Snack Berbahan Tawas dan Bumbu Kedaluwarsa dari Sidoarjo
Mohammad Romadoni
Makanan ringan (snack) ilegal di Desa Tanjungsari Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Subdit I Tipid Indagsi (Industri Perdagangan) Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek gudang kayu yang dipakai usaha industri pembuatan makanan ringan (snack) ilegal di Desa Tanjungsari Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo.

Pengerebekan itu dilakukan lantaran industri tersebut memproduksi makanan ringan memakai bahan berbahaya seperti tawas dan bumbu perasa yang sudah kedaluwarsa.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan menjelaskan pihaknya menangkap Davis yang merupakan pemilik dari industri makanan ringan tersebut. Pelaku membuat makanan ringan dan snack pilus merek Crip-crip.

"Makanan ringan dan snack ini sangat berbahaya jika dikonsumsi karena bahan bakunya memakai tawas dan bumbu yang sudah kedaluwarsa," ungkapnya saat press release di lokasi, Kamis (14/3/2019).

Yusep mengatakan industri ini beroperasi selama 3 tahun menyewa lahan milik warga setempat. Ada lima pekerja yang bekerja mengolah tepung untuk dijadikan makanan ringan seperti pilus, kerupuk dan lainnya.

Industri itu mulai memproduksi mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 21. 00 WIB. Pemilik industri sudah menyalahi aturan karena memakai tawas untuk mengubah warna makanan ringan lebih berkilau.

"Peredaran makanan ringan ini di pasar tidak jauh dari lokasi industri di Sidoarjo," jelasnya.

Terjadi Penembakan di Selandia Baru, Femmy Permatasari Langsung Batalkan Bulan Madu

Nikita Mirzani Sewot Disebut Hotman Paris Panas Lihat Harta Syahrini, Kena Semprot Habis-habisan

Siswi Sekolah Diperkosa Ayah Tiri Hingga Hamil 5 Bulan, Ketahuan Saat Korban di Sekolah

Hari Keempat Ekskavasi Situs Sekaran Malang, Berharap Ada Tatanan Batu-bata Masih Utuh

Fakta Seputar Temuan Benda Mirip Jenglot di Gilimanuk, Bali

Di sisi lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur akan menindak tegas industri pembuatan makanan ringan (snack) ilegal memakai bahan baku berbahaya tersebut.

Plt Kepala Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Desperindag Jawa Timur, Bambang Sugiarto mengatakan pihaknya akan menelusuri jejak rekam distribusi makanan ringan yang di produksi industri ilegal ini.

"Kami akan menyelidiki penyebaran produk makanan ringan ini sampai di mana distribusinya," ungkapnya.

Bambang menjelaskan bila perlu pihaknya akan melakukan operasi pasar untuk mencari makanan ringan diduga mengandung bahan baku zat berbahaya yang beredar di pasaran.

"Pastinya kami akan melakukan operasi pasar untuk mengantisipasi peredaran makanan yang membahayakan konsumen," jelasnya.

Informasinya, industri tersebut hanya memiliki Surat Ijin Usaha Perdagangan Kecil (SIUP) nomor 510/615/404.6.2/2016 yang dikeluarkan oleh Balai Pelayanana Perizinan Terpadu Kabupaten Sidoarjo.

"Usaha yang bersangkutan hanya memiliki SIUP sedangkan Tanda Daftar Industri (TDI) belum ada," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved