Kabar Magetan

Nilai UTS Jeblok Dan Dibully Teman, Siswa SMKN Magetan Tewas Gantung Diri Di Kamar Ibunya.

Diduga di bully teman sebayanya karena nilai ujian tengah semester (UTS) jeblok, ditambah amarah bapaknya, siswa SMK di Magetan tewas gantung diri

Nilai UTS Jeblok Dan Dibully Teman, Siswa SMKN Magetan Tewas Gantung Diri Di Kamar Ibunya.
suryamalang.com/Doni Prasetyo
Jenazah siswa SMKN Magetan yang tewas gantun diri siap dimakamkan. 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Diduga di bully teman sebayanya karena nilai ujian tengah semester (UTS) jeblok, ditambah amarah bapaknya, Bahrudin (18) siswa SMKN Kartoharjo nekad gantung diri dengan menggunakan tali sepatu yang diikatkan di kayu usuk di kamar ibunya.

"Tadi pagi, sesuai keterangan Mbak Murtini, ibu almarhum Bahrudin, masih ikut sholat Subuh di surau setempat. Namun, satu jam kemudian, Bahrudin ditemukan ibunya sudah tidak bernyawa dikamar ibunya,"kata Mahsan, paman almarhum yang ditemui Suryamalang.com dirumah duka, seusai jenazah di makamkan dipemakaman umum desa setempat, Kamis (14/3).

Almarhum, lanjut Mahsan, anak yang penurut setiap sore pasti membantu ibunya goreng goreng makanan yang akan didagangkan di warungnya. Namun, Rabu sore kemarin, almarhum bersikap aneh, meski tidak dianggap ibunya sebagai tanda tanda, dia akan nekad gantung diri.

"Almarhum ini, sore kemarin saat bantu ibunya, dia minta maaf sambil menciumi pipi ibunya.Tapi Mbak Murtini (ibu almarhum) dianggap sikap yang ditunjukan Bahrudin itu bukan nganeh anehi. Dianggap biasa dan tidak dipikirkan setelah kegiatan goreng goreng didapurnya itu,"jelas Mahsan.

Menurut, keterangan orang rumah, seusai menjalankan sholat Subuh di surau, korban sempat berpapasan dengan ibunya didapur. Setelah itu korban tidak terlihat lagi.

"Awalnya, Bahrudin dianggap tidur lagi di kamarnya. Tapi setelah dilibat ibunya di kamar almarhum tidak ada. Ibunya berniat masuk ke kamarnya sendiri. Alangkah kagetnya, setelah dilihatnya anak bungsunya sudah menggantung, dan sudah tidak bernyawa,"katanya.

Selain UTS, kata Mahsan, Bahrudin ini punya sifat dan sikap lain yang tidak dipunyai anak anak sebayanya dilingkungan Desa Bayem Taman Wetan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, yakni sering ngamen di Magetan dan Ngawi.

"Katanya sejak dua hari lalu, bapak almarhum marah marah, karena UTS tidak pernah belajar, ditambah kegiatan ngamen tetep dilakukan. Dan itu yang membuat bapak almarhum marah. Mungkin masalah ngamen itu, bapaknya sering merasa malu kepada tetangga sekitar,"kata Mahsan.

Kapolsek Kartoharjo AKP Sini dikonfirmasi membenarkan kasus bunuh diri siswa jurusan kendaraan ringan SMKN Kartoharjo. Penyebabnya diduga karena diingatkan orangtuanya untuk belajar.

"Sementara kematian korban, penyebab yang utama karena gantung diri. Dan kami belum menerima ada indikasi penyebab lainnya,'kata AKP Sini singkat.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved